Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Polusi Udara Sama Buruknya dengan Menghisap Rokok?

Jumat 06 Dec 2019 23:44 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Udara berpolusi dan rokok mungkin tampak seperti dua hal yang berbeda (Ilustrasi)

Udara berpolusi dan rokok mungkin tampak seperti dua hal yang berbeda (Ilustrasi)

Foto: Dailymail
Udara berpolusi dan rokok mungkin tampak seperti dua hal yang berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Udara berpolusi dan rokok mungkin tampak seperti dua hal yang berbeda. Akan tetapi, paparan udara dengan kadar particulate matter (PM2.5) yang tinggi ternyata sama buruknya dengan menghisap rokok.

Menurut British Heart Foundation, hidup di lingkungan dengan kadar PM2.5 yang tinggi sama buruknya dengan merokok 150 batang rokok per tahun. Tinggal di lingkungan dengan kadar PM2.5 sebesar 28,8 mg/m3 memiliki efek kesehatan yang setara dengan merokok satu batang rokok di lingkungan yang tidak berpolusi.

"Polusi udara merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat utama," ungkap Direktur Eksekutif Healthcare Innovation British Heart Foundation Jacob West, seperti dilansir Air Quality News, Jumat (6/12).

Hingga saat ini, West melihat masalah polusi udara belum ditangani dengan tingkat keseriusan yang seharusnya. Padahal, polusi udara merupakan masalah yang sangat membutuhkan perhatian besar dan tindakan penanggulangan yang nyata.

"(Bila tidak berupaya serius) di masa depan kita akan melihat balik ke masa yang pergerakannya lambat ini dengan rasa penyesalan," jelas West.

West memberi contoh mengenai kondisi yang terjadi di Inggris. Lebih dari 10 tahun lalu Inggris mengambil langkah untuk mengeluarkan undang-undang yang melindungi masyarakat agar tidak menjadi perokok pasif. West menilai tindakan yang serupa juga perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman polusi udara.

West mengungkapkan paparan polusi udara memiliki banyak dampak bagi kesehatan. Beberapa di antaranya adalah risiko kesehatan jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner dan strok.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA