Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Terus Ditekan, Raksasa Teknologi China Ini Rayu Pemasok Amerika Buat Langgar Aturan Trump!!

Sabtu 07 Des 2019 06:15 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Terus Ditekan, Raksasa Teknologi China Ini Rayu Pemasok Amerika Buat Langgar Aturan Trump!!. (FOTO: Reuters/Charles Platiau)

Terus Ditekan, Raksasa Teknologi China Ini Rayu Pemasok Amerika Buat Langgar Aturan Trump!!. (FOTO: Reuters/Charles Platiau)

Trump coba perketat aturan terhadap Huawei dengan mengeluarkan Aturan Produk Langsung

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Baca Juga

Huawei kehilangan akses untuk memasok komponen teknologi dari Amerika Serikat (AS), membuat mereka tak bisa menggunakan layanan Google. Hal itu tentu memengaruhi penjualan global perusahaan.

Kini beredar kabar, Huawei berupaya merayu pemasok teknologi AS untuk melanggar kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah AS, kata Sekretaris Perdagangan AS, Wilbur Ross.

"Mereka (Huawei) meminta pemasok (perusahaan AS) untuk memindahkan operasional ke luar negeri," ujar Ross, dikutip dari Phone Arena, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Tak Terima Terus 'Diinjak-Injak' Amerika, Raksasa Teknologi China Ini Tempuh Jalur Hukum!!

Menurutnya, Huawei melakukan hal itu secara terbuka. Sebelumnya, sejak Mei lalu, Huawei masuk ke Daftar Hitam Departemen Perdagangan AS; membuatnya tak bisa membeli komponen tertentu tanpa izin dari Washington.

Ross menyampaikan, "kami memasukkan Huawei ke dalam Daftar Entitas (sebagai sanksi). Siapapun yang memindahkan produk secara khusus untuk menghindari sanksi berarti melanggar hukum. Jadi secara tak langsung, Huawei meminta perusahaan AS melanggar hukum."

Pekan lalu, Administrasi Trump mencoba memperketat aturan terhadap Huawei dengan mengeluarkan Aturan Produk Langsung. Di bawah aturan itu, produk buatan luar negerk dengan komponen teknologi AS akan terdampak larangan. Departemen Perdagangan AS juga menambahkan batas kandungan komponen teknologi AS dalam produk buatan luar negeri jadi di atas 25%.

Tak ayal, itu bakal berpengaruh langsung terhadap Huawei. "Melihat Huawei sampai meminta pemasok memindahkan operasional ke luar negeri menandai langlah kami sudah tepat. Mengenai angka ambang batasnya, kami akan pikirkan rasio yang tepat," kata Ross lagi.

Beberapa pihak percaya, AS memperlakukan Huawei sebagai "sandera" untuk tawar-menawar dengan Beijing. Namun, Washington bersikeras itu dilakukan karena Huawei merupakan ancaman besar bagi AS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA