Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

KLB Hepatitis A di Depok, PMI Gencarkan Promosi Kesehatan

Jumat 06 Dec 2019 19:36 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Pasien yang terjangkit Hepatitis A dirawat di RSUD Depok, Jawa Barat, Kamis (5/12/2019).

Pasien yang terjangkit Hepatitis A dirawat di RSUD Depok, Jawa Barat, Kamis (5/12/2019).

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
PMI melakukan upaya promosi dan edukasi kesehatan terkait KLB hepatitis A.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan upaya promosi dan edukasi kesehatan terkait kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A yang sebelumnya terjadi di lingkungan SMPN 20 Depok, Jawa Barat.
 
"Sebagai respons awal saat ini PMI Kota Depok telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas serta pihak SMPN 20, Kota Depok dengan melalukan kegiatan promosi edukasi kesehatan di sekolah terdampak tersebut,” ujar Staf Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI Dewi Ariyani seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (6/12).

Baca Juga

Selain itu, dia melanjutkan, saat ini PMI Pusat terus berkoordinasi dengan PMI Kota Depok dan PMI Provinsi Jawa Barat untuk medukung rencana kegiatan selanjutnya dalam upaya merespons KLB Tersebut dengan menfokuskan pada berbagai kegiatan promosi edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dan masyarakat yang direncakan akan dilakukan 10 sesi pertemuan. Lebih lanjut Dewi menjelaskan, sebelum terjun ke masyarakat, akan dilakukan terlebih dahulu pembekalan pengendalian KLB bagi staf dan relawan PMI Kota Depok, termasuk para Pembina PMR sebagai bekal dan peningkatan kapasitas semua komponen PMI dalam menghadapi kasus KLB ini.

Dewi menambahkan, dalam pembekalan teknis nanti pihaknya akan mengundang dari Dinas Kesehatan dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat, sehingga pesan dari aksi yang akan dilakukan PMI nanti bisa selaras dalam mendukung dan membantu upaya langkah Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan dalam upaya merespons KLB yang terjadi.

"Harapannya melalui kegiatan promosi edukasi kesehatan tersebut dapat memutus rantai penyebaran penyakit, dengan target sasaran semua lapisan masyarakat baik siswa sekolah maupun elemen masyarakat lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan dan Administrasi PMI Kota Depok Imron Maulana menambahkan, pascaterjadinya KLB hepatitis A ini, pihaknya sudah mengerahkan sejumlah Relawan untuk melakukan upaya respons dan berkoordinasi dengan semua pihak.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan langsung kegiatan promosi edukasi kesehatan dan pengenalan tentang pencegahan penyebaran penyakit Hepatitis A kepada sejumlah siswa di sekolah termasuk SMPN 20 Depok yang menjadi lokasi terdampak langsung kejadian wabah Hepatitis A tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Pihaknya juga menghimbau menghimbau kepada para siswa untuk hidup dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti contoh, Ketika akan makan, siswa diajarkan dan  diminta mencuci tangan terlebih dahulu, dan setelah dari kamar mandi, siswa juga diminta mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

Sementara itu, berdasarkan data dari Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 5 Desember 2019. Penyebaran penyakit Hepatitis A di Wilayah Kota Depok terjadi di bulan November dengan total Kasus ada 262 Kasus, di antara total 262 kasus yang memiliki gejala dan tanda infeksi virus Hepatitis A, ada 171 orang yang menurut hasil pemeriksaan imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) menunjukkan hasil positif Hepatitis.

Terkait penularannya, investigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan mengungkapkan, virus Hepatitis A di Depok tersebut berasal dari seorang pekerja di lingkungan SMPN 20 Depok yang menular ke siswa hingga tenaga pendidik. Saat ini Pemerintah Kota Depok telah menetapkan Status KLB terhitung sejak 22 November 2019 sampai dengan 20 Januari 2020.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA