Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Wapres Minta ICMI Mainkan Peran untuk Berantas Radikalisme

Jumat 06 Dec 2019 18:15 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Andi Nur Aminah

Ma'ruf menyebut radikalisme menjadi prioritas pemerintah untuk diberantas. Foto Wakil Presiden Maruf Amin (ilustrasi)

Ma'ruf menyebut radikalisme menjadi prioritas pemerintah untuk diberantas. Foto Wakil Presiden Maruf Amin (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
ICMI yang berisikan tokoh-tokoh cerdik pandai harus memberikan pencerahan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meminta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) memberikan peranan membantu pemerintah memberantas radikalisme. Ma'ruf menyebut radikalisme menjadi prioritas pemerintah untuk diberantas. Karena ia menilai Indonesia kini dalam ancaman masuknya paham-paham menyimpang yang membahayakan keutuhan NKRI.

Baca Juga

"Saya memandang ICMI harus punya peranan memberantas radikalisme," kata Ma'ruf pada di acara Silaknas ICMI ke 29 di Auditorium Universitas Negeri Padang, Jumat (6/12).

Ma'ruf menyebut ICMI yang berisikan tokoh-tokoh cerdik pandai harus memberikan pencerahan kepada umat dan bangsa agar cerdas dalam menangkal pengaruh paham radikal. Bersama ICMI, pemerintah kata Ma'ruf akan dapat memberantas radikalisme dari hulu sampai ke hilir. Di mana ICMI menurut Ketua MUI itu, dapat memberikan narasi cinta sesama, nasionalisme, patriotisme dan toleransi antar umat beragama.

Ma'ruf berharap pemberantasan radikalisme akan membuat suasana dalam negeri aman. Sehingga rencana pemerintah dalam melanjutkan pembangunan  dari berbagai aspek berjalan dengan lancar.

Saat ini bangsa Indonesia menurut Ma'ruf menghadapi tantangan terutama dalam perekonomian. Di mana Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari bangsa lain.

Ma'ruf tak mau isu radikalisme dan terorisme membuat perekonomian Indonesia jalan di tempat. "Mari sama-sama kita berantas radikalisme dari hulu sampai ke hilir. Kita semua harus memberi peranan," ujar Ma'ruf.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA