Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Emil Minta DKM Punya Tim Medsos Agar Dakwah Digital Efektif

Jumat 06 Dec 2019 14:27 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Ribuan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung mengikuti Shalat Subuh Berjamaah Akbar, di Masjid Raja Jawa Barat, Alun-alun Kota Bandung (ilustrasi)

Ribuan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung mengikuti Shalat Subuh Berjamaah Akbar, di Masjid Raja Jawa Barat, Alun-alun Kota Bandung (ilustrasi)

Foto: Republika/Edi Yusuf
Tiap masjid harus punya tim medsos, karena semua orang (saat ini) pegang handphone.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyarankan agar setiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jabar memiliki Tim Media Sosial (Medsos). Apalagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah mencanangkan program dakwah digital melalui berbagai platform agar para ulama se-Jabar bisa menyebarkan konten dakwah secara luas.

"Tiap masjid harus punya tim medsos, karena semua orang (saat ini) pegang handphone, dakwah digital dirasa efektif," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jumat (6/12).

Baca Juga

Emil mengatakan, pihaknya berencana membuat versi digital kitab-kitab kuning atau kitab-kitab yang disusun para ulama Jawa Barat untuk masuk dalam konten Dakwah Digital. Jabar sendiri, merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, mencapai hampir 49 juta jiwa. Di mana lebih dari 90 persen penduduknya adalah Muslim.

Jabar juga memiliki lebih dari 50 ribu masjid dan hampir 40 ribu mushala. "Lewat program keumatan sudah lebih dari 10 ribu masjid melaksanakan program Magrib Mengaji," katanya.

Selain itu, kata dia, terdapat juga program Subuh Berjamaah Keliling dan Kredit Mesra bekerja sama dengan Bank BJB yang mampu membebaskan sekitar 18 ribu warga Jabar dari rentenir.

Tak hanya itu, program English for Ulama juga mendorong ulama Jabar untuk menyebarkan dakwah Islam yang damai ke berbagai penjuru Eropa. "Juga (sebagai) kewajiban Muslim, kita harus terdepan membawa pesan-pesan perdamaian, maka ada program English for Ulama. Melatih bahasa Inggris ulama muda untuk menyebarkan Islam Washatiah (moderat) ke seluruh penjuru dunia," papar Emil.

Ketua DMI Jabar Ahmad Sidik sementara itu mengatakan, pihaknya siap mendukung program- program Pemda Provinsi Jabar dalam pembangunan umat. "Pertama, kami ingin adopsi program unggulan DMI pusat. Kedua, kami adopsi program Pemda Provinsi Jabar," kata Ahmad Sidik. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA