Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Indonesia dan Australia Kerja Sama Tanggulangi Radikalisme

Jumat 06 Des 2019 14:30 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Indonesia dan Australia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dan isu.

Indonesia dan Australia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dan isu.

Foto: Republika/Fergi Nadira
Indonesia dan Australia berkomitmen kerja sama dalam menangani radikalisme

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Indonesia dan Australia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dan isu. Salah satunya adalah dalam menangani radikalisme.

Hal itu disepakati dalam pertemuan empat menteri Indonesia dan Australia. Keempat menteri itu yakni Menhan Prabowo Subianto, Menlu Retno Marsudi, Menlu Australia Marise Payne, dan Menhan Australia Linda Reynolds. Pertemuan digelar pada Jumat (6/12) di sela acara Bali Democracy Forum di Bali Nusa Dua Centre (BNDCC).

"Kami adalah mitra dekat dalam melawan ekstremisme, eksploitasi, kekerasan, ekstremis di internet, dan radikalisasi individu secara langsung maupun daring (online)," ujar Menlu Payne dalam konferensi pers usai pertemuan tertutup dengan tiga menteri.

Payne mengatakan Indonesia dan Australia juga terus bekerja sama erat dalam hal kontraterorisme dengan segala bentuknya. "Ini adalah medan pertempuran utama sekarang. Jika itu untuk menghentikan radikalisasi khususnya bagi kaum muda adalah pekerjaan penting yang akan terus kita tingkatkan bersama," ujar Payne.

Menlu Retno juga mengatakan hal serupa. Retno mengatakan keempat menteri menyadari munculnya banyak tantangan baru termasuk terorisme dan keamanan siber.

"Kami sadar munculnya banyak tantangan baru seperti ancaman terorisme, keamanan siber, dan kami sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama," ujar Retno.

Mengenai maritim di mana kedua negara berbagi perbatasan maritim terpanjang di dunia, Indonesia dan Australia pun sepakat untuk meningkatkan pertukaran informasi. "Kami juga sepakat untuk meningkatkan saling berbagi informasi antara organisasi pertahanan, khususnya dalam bidang maritim. Ini membantu kedua negara untuk lebih mengerti ancaman dan juga tantangan kawasan dan selebihnya," ujar Menhan Reynolds.

Menhan Prabowo juga mengatakan hal serupa dalam hal peningkatan kerja sama di bidang maritim. Australia menawarkan kerja sama terutama di bidang pertukaran informasi dan intelijen. "Khususnya dalam menghadapi ilegal fishing dan kejahatan transnasional lainnya," ujar Prabowo.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA