Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Golden Property Awards 2019 Hargai Ketangguhan Pelaku Pasar

Jumat 06 Dec 2019 08:16 WIB

Red: Budi Raharjo

CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda sedang memberi penjelasan Golden Property  Awards 2019.

CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda sedang memberi penjelasan Golden Property Awards 2019.

Ketangguhan pelaku pasar lewati semua tantangan diuji melalui penilaian terukur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Property Watch (IPW) menggelar Golden Property Awards (GPA) 2019 bertajuk “Breakthrough To Excellence”. GPA merupakan penghargaan properti yang melakukan penilaian dengan kriteria terukur berbasis riset dan survei.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan pergerakan pasar properti dan perumahan mengalami tekanan hampir selama enam tahun terakhir, sejak kenaikan pasar properti yang luar biasa pada periode 2009-2012. Pada 2018 para pelaku pasar harus dihadapkan pada kondisi psikologis yang mengganggu di tengah konstelasi politik yang membuat pasar cenderung untuk wait and see. "Hal ini membuat pergerakan naik siklus pasar properti relatif menjadi tersendat," ujar dia.

Memasuki 2019, isu politik relatif mereda. Pergerakan pasar properti mulai terjadi di segmen yang merupakan real demand. Analisis Indonesia Property Watch menggambarkan penurunan tinggi penjualan justru terjadi di segmen atas di atas Rp 1 miliar. Sedangkan segmen di bawah itu terus mengalami peningkatan.

Kondisi ini, ujar Ali Tranghanda, memaksa para pengembang untuk dapat memainkan strategi yang lebih mumpuni dengan pendekatan pasar yang baik untuk menghindari market mismatch. Menembus batas-batas pasar dengan inovasi dan kreatifitas untuk dapat bertahan dan tidak terhempas dari persaingan pasar.

"Sementara itu di sisi lain, perkembangan zaman menuntut para pengembang untuk lebih melek teknologi dengan perkembangan era digital yang luar biasa pesat di tengah era revolusi 4.0 saat ini,” kata dia.

Ali Tranghanda mengatakan, fundamental ekonomi dengan perkiraan pertumbuhan di kisaran 4,9 – 5,1 persen pada 2019, inflasi 3,28 persen di pertengahan 2019 yang terus terjaga, serta diturunkannya suku bunga 7-Days BI Repo Rate ke 5 persen pada Oktober lalu membuat pasar properti berpotensi untuk kembali bangkit. Belum lagi Investment Grade yang diberikan S&P, Moody’s, dan Fitch membuat pasar Indonesia sangat prospektif.  

“Ketangguhan para pelaku pasar melewati semua tantangan ini diuji dalam sebuah proses penilaian yang independen, obyektif, dan terukur dalam Golden Property Awards 2019," ujar Ali Tranghanda. "Ini merupakan kali ketiga diadakannya Golden Property Awards yang merupakan bentuk penghargaan tertinggi bagi para pelaku bisnis properti.”

Penilaian dilakukan oleh Indonesia Property Watch berdasarkan kriteria IPW Standard Project Rating 1.2 sebagai lembaga konsultan dan riset properti yang sudah diakui ketajaman analisisnya. Para tokoh dan ahli multi disiplin yang tergabung dalam Experts Panel berpendapat untuk memperkuat hasil penilaian yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW).

Dari hasil penilaian, Golden Property Awards 2019 menetapkan 65 penerima penghargaan yang dibagi dalam 6 Kategori yakni Tokoh, Proyek, Digital Marketing, Perusahaan, Perbankan, dan Penghargaan Khusus. Dan hanya 7 proyek yang berhasil menyabet posisi Best of The Best.

Menurut Ali Tranghanda penghargaan tidak hanya piala, namun merupakan bentuk apresiasi dari hasil kerja keras dan dedikasi yang dihargai melalui proses asesmen yang tepercaya. "Selamat kepada para pemenang. Golden Property Awards akan kembali 2 tahun lagi untuk selalu memberikan referensi yang obyektif dan independen bagi pengembang juga konsumen,” pungkas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA