Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Airlangga Soal Rekomendasi Capres Golkar: Belum Ada Nama

Kamis 05 Dec 2019 20:11 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Foto: Republika/Prayogi
Airlangga menyatakan akan terlebih dahulu memaksimalkan program prioritas Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum terpilih Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, rekomendasi calon presiden dari Golkar tak memunculkan nama siapapun termasuk dirinya. Ia membantah bila dirinya menjadi satu - satunya nama dari Golkar untuk bertarung di 2025.

"Salah satu rekomendasi Munas adalah untuk memberikan Keputusan mandat kepada ketum untuk memberi keputusan terkait pemilu di 2024, baik terkait strategi, terkait koalisi maupun calon, dan pada momentum yang tepat. Jadi tidak ada menyebut nama di situ," ujar Airlangga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (5/12).

Airlangga menyatakan akan terlebih dahulu memaksimalkan program prioritas Golkar di masa kepemimpinannya lima tahun ke depan. Ia mengaku akan menyukseskan penggalangan pemilih, mulai dari pemilih pemula hingga pemilih dewasa. Sehingga, elektabilitas partai Golkar meningkat.

Secara khusus, Airlangga juga menekankan persiapan Golkar menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Partai beringin itu berupaya memenangkan Pilkada serentak, sebelum akhirnya berfokus pada Pemilihan Legislatif dan Presiden di 2024.

Airlangga menyatakan, Golkar akan menyelesaikan konsolidasi organisasi yang akan diimplementasikan melalui musyawarah daerah (musda) oleh para Dewan Pimpinan Daerah (DPD) setelah Munas berlangsung.

Airlangga juga menyebut sejumlah program prioritas lain, misalnya pembentukan Golkar Academy untuk melatih kader muda soal kebijakan publik. Di samping itu, Airlangga akan melembagakan lembaga saksi untuk mengawasi perolehan pemilu Golkar, dengan konsep digitalisasi.

Dalam Munas Golkar, Para Ketua DPD tingkat I tak hanya mendukung Airlangga untuk menjabat sebagai Ketum. Mereka juga menyuarakan agar Airlangga mau didapuk menjadi capres dari Partai Golkar. Mengingat, selama ini, Golkar hanya menjadi pengusung capres dari partai politik lain.

Politikus Senior Golkar Akbar Tanjung menilai, Golkar sebaiknya fokus dalam menaikkan suara di Pemilihan umum berikutnya. Setelah berhasil menaikkan suara, barulah Golkar bisa bicara soal mengusung capres sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Akbar saat Munas Golkar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. "Terlalu dini kita bicara soal capres, kita harus fokus menaikan perolehan suara kita," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Demisioner itu saat ditemui di sela-sela Munas Partai Golkar.

Eks Ketua Umum Golkar itu mengingatkan, Golkar terus mengalami penurunan suara. Penurunan suara itu terjadi di empat pemilu terakhir, bahkan Golkar kalah dengan Gerindra yang merupakan pecahan Golkar dari segi perolehan suara di Pemilu 2019.

"Kita sudah tiga sampai empat kali pemilu mengalami penurunan. Saya pikir lebih baik kita menaikan suara dan sekaligus memenangkan sebagai pemenang," kata Akbar Tanjung.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA