Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Soal Habib Rizieq Shihab, Jokowi Diminta Tiru Megawati

Kamis 05 Dec 2019 18:41 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab

Foto: Mahmud Muhyidin
Megawati pernah menyelamatkan Prabowo dari kondisi tanpa kewarganegaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Nasir Djamil memberi saran kepada Presiden Joko Widodo terkait masalah Habib Rizieq Shihab (HRS). Jokowi dapat  meniru langkah Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri ketika menyelamatkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dari kondisi stateless atau tanpa kewarganegaraan.

Baca Juga

”Apa yang dilakukan Bu Mega kepada Prabowo adalah tindakan terpuji dan patut ditiru. Saat itu, Ketua Umum PDIP itu menunjuk dirinya seorang negarawan,” ujar Nasir dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Kamis (5/12).

Menurut Nasir, Megawati yang saat itu menjabat Presiden kelima sempat memarahi Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI karena membuat Prabowo terlantar. Saat itu, Prabowo yang berhenti dari dinas di TNI pada 1998 mengasingkan diri ke Yordania.

Nasir menganggap tindakan Megawati tersebut sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. "Beliau (Megawati) telah menunjukan sikap Pancasila, karena memang begitulan seharusnya kita mengimplementasikan nilai Pancasila, yakni merangkul seluruh warga negara indonesia meski ada perbedaan pandangan politik,” kata Nasir.

Belajar dari Megawati, Nasir meminta agar Presiden Jokowi meniru dapat memulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang saat ini terkatung-katung di Arab Saudi. Ia menilai, tidak ada alasan jika Jokowi tidak mengikuti sikap kenegarawan Megawati. 

"Cara Bu Mega tentunya patut di contoh Pak Jokowi dalam upaya menyelamatkan dan  memulangkan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia," kata Nasir.

Nasir menyayangkan sikap yang ditunjukan aparat dan pejabat saat ini justru memusuhi HRS, bahkan memperkeruh suasana. Jika memang serius pemerintah ingin mengimplementasikan Pancasila secara utuh, seharusnya tidak muncul pernyataan-pernyataan pejabat pemerintah yang memperkeruh suasana. 

"Seharusnya HRS dirangkul dan diselamatkan dari ancaman stateless. Karena bagaimanapun HRS adalah warga negara yang taat dan berpengaruh besar bagi umat di republik ini," tegas Nasir. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA