Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Marak Seks Bebas, Masyarakat Bekasi Diajak Kembali ke Agama

Jumat 06 Dec 2019 00:05 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Gita Amanda

Menanggapi maraknya LGBT dan seks bebas Wakil Wali Kota Bekasi imbau masyarakat kembali ke ajaran agama. Foto ilustrasi lambang LGBT.

Menanggapi maraknya LGBT dan seks bebas Wakil Wali Kota Bekasi imbau masyarakat kembali ke ajaran agama. Foto ilustrasi lambang LGBT.

Foto: Foto : MgRol112
Wakil Wali Kota Bekasi mengimbau agar seluruh warganya kembali sesuai ajaran agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahjono, mengimbau agar seluruh warganya kembali sesuai ajaran agama. Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Tri kepada warga Kota Bekasi terkait merebaknya seks bebas dan LGBT. 

"Kita, terus lakukan sosialisasi, edukasi terkait berhubungan yang sehat dan kemudian memanfaatkan teknologi informasi secara baik," kata Tri kepada awak media, Kamis (5/12).

Ia turut membenarkan, 45 persen dari total pengidap HIV baru tahun 2019 di Kota Bekasi berasal dari kelompok LGBT. Menurutnya, tindakan seks bebas dan juga LGBT berpotensi menyebarkan virus tersebut. "Sudah demikian destruktif perkembangan jaman yang ada," kata dia.

Ia mengaku, Kota Bekasi menduduki peringkat ketiga terkait dengan jumlah pengidap HIV/AIDS. Oleh karenanya ia juga mengajak seluruh warga Kota Bekasi dan juga pemuka agama untuk turut serta mengkampanyekan kehidupan yang sehat.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan, dari 145 pengidap HIV baru yang ditemukan pada tahun 2019, sekitar 45 persennya berasal dari kelompok LGBT.

Baca Juga

"Kalau dari total semua orang yang pernah diperiksa kesehatannya, 10 persennya adalah LGBT," kata Dezi.

Sementara terkait jumlah kelompok LGBT di Kota Bekasi, Dezi tidak memiliki data rincinya. Ia menambahkan, pengelompokan pengidap HIV tersebut juga baru dilakukan pada tahun 2019.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya, kita belum kelompokkan. Baru mulai tahun 2019 ini," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, ia turut mengimbau agar penderita HIV senantiasa mengkonsumsi obat ARV (antiretroviral) yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan. Dengan cara itu, penyebaran HIV dapat ditekan, lantaran obat tersebut akan menidurkan virus. 

"Kalau virusnya pasif, nanti pengidap HIV berpotensi punya anak yang sehat kok, tidak kena HIV. Makanya obat itu harus disiplin untuk diminum," ucap Dezi.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA