Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Mentan Ingin Vaksin Unggas Indonesia Mendunia

Kamis 05 Dec 2019 17:35 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Foto: dok. Kementan
BB Litvet Kementan berhasil meluncurkan beberapa vaksin untuk unggas.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR  -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan keinginannya untuk mengembangkan inovasi dan teknologi vaksin unggas yang dapat dimanfaatkan di dalam negeri maupun luar negeri. Dia berharap Indonesia bisa menciptakan vaksin kesehatan hewan sendiri.

Baca Juga

"Bahkan dapat dimanfaatkan oleh negara lain, untuk meningkatkan kesehatan unggas, sehingga populasi dan produksinya akan lebih baik, “ ujar Syahrul dalam acara Launching Inovasi dan Teknologi Kesehatan Unggas Veteriner, di Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balitbang, Kementerian Pertanian, Kamis (5/12)

 Syahrul menyebutkan program Kementerian Pertanian dalam bidang peternakan salah satunya adalah mengembangkan dan meningkatkan populasi ayam kampung. Terutama jenis petelur melalui pemberdayaan masyarakat. 

“Tentunya kita berharap populasi ternak semakin berkembang, namun akselerasi dan perkembangan yang cepat juga rentan terhadap berbagai hama, virus dan penyakit, untuk itu kita harus dapat mengantisipasinya secara tepat, “ ucap Syahrul.

Syahrul menyebutkan melalui inovasi dan teknologi yang dihasilkan BB Litvet, Indonesia dapat mengantisipasi masalah dan tantangan terkait kesehatan hewan mengingat ancaman virus global saat ini semakin banyak. 

“Kita perlu melakukan penelitian dan riset yang baik terhadap segala permasalahan kesehatan hewan, para ahli peneliti dan dokter hewan kita cukup hebat dan tidak kalah saing dengan negara lain,“ ujar Syahrul

Dalam peluncuran inovasi teknologi untuk kesehatan unggas, BB Litvet berhasil meluncurkan beberapa vaksin. Vaksin yang diluncurkan antara lain vaksin unggas, yaitu vaksin avian influenza bivalen, vaksin avian influenza kombinasi HPAI dan LPAI, dan vaksin ND GTT 11, serta teknologi diagnosa kit ELISA DIVA yang digunakan untuk membedakan hasil vaksinasi dan infeksi avian influenza.

“Nantinya vaksin kita juga terbuka untuk para pengusaha dan investor yang ingin berinvestasi, kalau perlu kita akan melakukan diplomasi perdagangan dengan negara lain terhadap vaksin yang kita miliki," kata Syahrul.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA