Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

UII Jadi PTS Paling Lestari di Indonesia

Kamis 05 Dec 2019 13:38 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Foto: uii.ac.id
Secara nasional, UII menempati urutan kedelapan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Islam Indonesia (UII) mendapatkan penghargaan dari Universitas Indonesia (UI) Green Metric World University Rankings 2019. Secara nasional, UII menempati urutan kedelapan atau urutan pertama perguruan tinggi swasta (PTS).

Baca Juga

Penyerahan penghargaan dihadiri oleh Warek Pengembangan Akademik & Riset UII, Imam Djati Widodo. Imam didampingi Kepala Akademik dan Organisasi, Badan Perencanaan & Pengembangan/Rumah Gagasan UII, Shubhi Mahmashony Harimurti. Kampus Hijau Terbaik Dunia diraih Wageningen University dari Belanda.

Pada 2019, UI Green Metric diikuti 780 universitas dari 85 negara di dunia. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya sebanyak 719 universitas dari 81 negara pada 2018. Secara global UII menempati ranking 109. Total nilai yang dikumpulkan UII 6.925, dengan poin penyumbang nilai terbesar aspek pendidikan dan penelitian, transportasi, serta manajemen energi dan perubahan iklim.

Imam menekankan, UII bersyukur dapat masuk dalam jajaran perguruan tinggi yang dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan. UII berkomitmen akan  mengembangkan kebijakan-kebijakan pro-lingkungan.

"Karena, ke depan lingkungan ini menjadi isu bersama di seluruh dunia, sehingga UII pun akan turut serta membantu demi kebaikan lingkungan," kata Imam, Kamis (5/12).

UI Green Metric berbeda dengan pemeringkatan lain karena satu-satunya yang menilai hubungan sisi kelestarian dan ragam aspek. Termasuk, manajemen energi, limbah, air dan pendidikan yang sensitif kelestarian.

Pengumuman dilakukan pada 3 Desember 2019 di UI. Disaksikan Rektor UI Muhammad Anis, dan Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Ristek/Badan Riset Inovasi Nasional, Muhammad Dimyati.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA