Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

STEI akan Buka Kelas Internasional

Kamis 05 Dec 2019 13:32 WIB

Red: Budi Raharjo

Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) yang ke-47 di Jakarta.

Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) yang ke-47 di Jakarta.

Jadilah generasi produktif, generasi yang ikut menjadi pemain, bukan penonton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2019 lalu,  Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan di atas 50 persen lebih generasi muda Indonesia ingin memiliki usaha sendiri. Para usia muda ini merupakan generasi entrepreneurship atau generasi wirausaha.

"Perwujudan gerak anak muda saat ini adalah lebih proaktif dan lebih produktif. Mereka merupakan generasi entrepreneurship yang akan membuka usaha secara mandiri," ujar Sandiaga saat menjadi  keynote speaker wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) yang ke-47 di Jakarta.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menitipkan dua pesan bagi para wisudawan. Pertama, kenali diri sendiri. Kedua, identifikasi seluruh peluang yang ada di sekitar.

"Jangan mau hanya dijadikan pasar. Jadilah generasi produktif, jadilah generasi produktif, jadi generasi yang ikut menjadi pemain, bukan penonton," katanya.

Sandi yakin generasi muda Indonesia akan menjadi pemain dari kemajuan ekonomi Indonesia 20 sampai 25 tahun mendatang.
"Saya selalu sampaikan gerasi kita kedepan harus generasi pro aktif, generasi yang berani mengambil resiko,  generasi yang berinofasi, itu ciri-ciri yang membawa Indonesia maju ke depan," tuturnya.

Saat ditanya mengenai perkembangan akutansi kedepan, pengusaha muda sukses itu yakin ada beberapa pekerjaan rutin terkait akutansi akan tergantikan. Namun, bakal timbul lapangan-lapangan kerja baru seperti analitik terhadap big data dan lainnya. "Menjadi tugas dunia usaha dan akademsi untuk merumuskan kurikulum baru agar akutansi tidak ketinggalan," ucapnya.

Ketua STEI Ridwan Maronrong mengatakan, untuk mencetak lulusan yang bisa beradaptasi 4.0, maka STEI bekerja sama dengan industri sehingga tercipta link and match antara dunia pendidikan dan industri. ”STEI telah bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam dan luar negeri, supaya lulusan STEI siap kerja,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, STEI membekali lulusannya dengan Sertifikat Pendamping Ijazah, sesuai program studi atau jurusan yang di ambil dan Toefl. Untuk memenuhi kebutuhan manajemen berbasis digital, pada tahun ajaran 2020/2021, STEI buka program baru yaitu manajemen Bisnis Digital. "Kedepannya, Ridwan mentargetkan STEI akan membuka kelas internasional dimulai dengan perkuliahan dengan bahasa Inggris," katanya.

Saat ini STEI memiliki dosen tetap sebanyak 142 dengan rasio dosen dengan mahasiswa rata rata sebesar 36,8. Adapun jumlah alumni perguruan tinggi yang didirikan sejak 1969 hingga kini mencapai 28,520 orang. “Seluruh program studi dan institusi telah terakreditasi dari BAN PT, dengan peringkat yang cukup membanggakan yaitu Program Studi S1 Akutansi dan S 1 Managemant telah terakreditasi dengan peringkat A,” ujar Ridwan yang juga menjabat sebagai Rektor STIE Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA