Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Polda dan Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi Satpam Mantap

Kamis 05 Dec 2019 12:48 WIB

Rep: Flori Sidebang / Red: Ratna Puspita

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan

Foto: Republika/Mimi Kartika
Polda dan DKI juga meluncurkan Help Renakta untuk penyuluhan korban kejahatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya bekerja sama dengan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan dua aplikasi Satpam Mantap. Aplikasi pengaduan masyarakat ini dapat diunduh melalui ponsel pintar (smartphone).

Baca Juga

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan Satpam Mantap dibuat untuk memanfaatkan petugas satpam yang bekerja di lapangan. Gatot menjelaskan, aplikasi ini dibuat karena satpam sering menjadi pihak pertama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di sejumlah area, seperti pertokoan, dan perumahan. 

Hal ini juga dilakukan untuk pendeteksi dini kejahatan di tempat umum. Namun, sambung dia, tidak semua masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini. 

Gatot mengatakan aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh satpam yang sudah bersertifikasi. "Ini bisa kelihatan satpam yang terlatih atau tidak, ke depan kita bisa latih siapa yang terlatih atau tidak," ucap Gatot.

Aplikasi ini juga dapat membantu satpam mendaftar secara daring untuk melakukan sertifikasi. Aplikasi ini juga ditambah dengan tombol panik yang berfungsi untuk meminta bantuan polisi ke polsek terdekat.

Selain Satpam Mantap, Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Help Renakta. Gatot menyebut, aplikasi ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada korban kejahatan di Jakarta khususnya terhadap perempuan dan anak.

"Aplikasi ini nanti bagaimana kita mendekatkan anak-anak dan perempuan, yang jadi korban (kejahatan) bisa penyuluhan hukum," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/12).

Gatot mengungkapkan, ada tiga fitur dalam aplikasi Help Renakta. Pertama, aplikasi itu bisa mendeteksi keberadaan pemilik ponsel dengan sistem peta melalui GPS yang dibuat secara akurat (real time).

Selanjutnya, ada fitur empat tombol darurat. Tombol darurat ini bisa digunakan untuk meminta bantuan dengan cara menghubungi operator, buzz, dan call Renakta. Setiap tombol mempunyai fungsi berbeda.

"Nanti petugas (polisi) terdekat langsung akan bisa mendekat ke lokasi 24 jam," ujar Gatot.

Selain itu, ada fitur jendela informasi. Fitur ini berisi kumpulan informasi bantuan hukum, anak hilang, dan panduan wajib untuk penyuluhan hukum untuk korban kejahatan.

Tidak hanya itu, melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga dapat meminta bantuan kesehatan. "Mereka bisa juga mendapat layanan kesehatan selama 24 jam," imbuh Gatot.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat agar mengunduh aplikasi ini. Menurut dia, aplikasi ini dapat membantu masyarakat dalam keadaan tertentu dan mampu menjaga keamanan di Ibu Kota.

"Saya mengundang masyarakat Jakarta mengunduh aplikasi ini, gunakan dengan baik dan bijak, gunakan bila ada situasi kedaruratan," tutur Anies.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA