Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Hasniah, Teman Tuli yang Piawai Merias Wajah

Kamis 05 Dec 2019 08:53 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Hasniah (rambut pendek), seorang teman tuli yang menata rias disabilitas lainnya, Maisty Akhdaniyah di acara The Inspirational You oleh jenama tata rias Y.O.U, di Jakarta Pusat, Selasa (3/12).

Hasniah (rambut pendek), seorang teman tuli yang menata rias disabilitas lainnya, Maisty Akhdaniyah di acara The Inspirational You oleh jenama tata rias Y.O.U, di Jakarta Pusat, Selasa (3/12).

Foto: Republika/Farah Noersativa
Teman tuli Hasniah belajar merias wajah secara autodidak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah seorang difabel yang terkenal sebagai make-up artist, Hasniah, memperlihatkan kemampuannya memoles wajah model dengan riasan natural. Dengan cekatan, ia  membalurkan dua warna blush on pada pipi Maisty Akhdaniyah yang juga difabel.

“Ini make up-nya memang natural saja ya. Bedak hingga eye shadow pun menyesuaikan dengan warna kulit dari Maisty,” ujar perempuan yang akrab disapa Nia itu, seperti diucapkan oleh penerjemahnya.

Nia merupakan seorang teman tuli. Dia mengalami keterbatasan pendengaran sejak usia dua tahun karena jatuh dari tempat tidur. Perempuan kelahiran Jakarta itu kemudian diajarkan mengenal bahasa isyarat dan membaca gerak bibir agar lebih lancar berkomunikasi

Usai memperagakan kemahirannya, Nia berbincang santai dengan awak media. Selama acara The Inspirational You yang dihelat jenama tata rias, Y.O.U, Nia didampingi oleh penerjemahnya.

Nia mengaku merasa sangat tertarik dengan dunia tata rias. Dia mulai merias sejak masih kelas 2 SMA. Dia mengasah hobinya ini dengan belajar secara autodidak.

Nia belajar tata rias melalui Youtube dari banyak beauty vlogger sejak 2016. Semula, ia mengaku sama sekali tak mengerti cara merias wajah.

“Jadi belajarnya sangat pelan-pelan, dari dasar dulu, mulai dari cara mengaplikasikan maskara, bedak, dan membuat alis,” kata perempuan kelahiran 6 Oktober 1980 ini.

Bagi Nia, bagian tersulit dalam belajar tata rias ialah membuat alis. Dia belajar cukup lama untuk bisa menguasai cara merias alis.

Menurut Nia, alis harus dibuat menyesuaikan bentuk wajah seseorang. Ia kemudian mempelajari cara membuat lengkungan alis agar bisa sesuai dan dapat membingkai mata orang yang diriasnya.

Selain belajar melalui Youtube, Nia juga ikut kelas tata rias. Dia ingin terus menambah ilmu dan belajar tata rias, termasuk dengan mengikuti kelas tata rias.

Berkat hobinya itu, Nia kerap diminta oleh teman-teman kerjanya untuk merias wajah mereka. Dia juga kerap mendapatkan pekerjaan dari orang-orang asing yang terkesan dengan hasil riasan Nia.

“Biasanya ada orang yang telepon saya untuk merias mereka. Rekan-rekan melihat hasil riasan saya, mereka tertarik untuk dirias. Tolong make-up-in saya dong, begitu permintaan mereka,” kata Nia.

Saat merias, Nia mengaku terkadang terdapat kesulitan dalam berkomunikasi dengan kliennya. Kala itu terjadi, dia pun akan berbicara secara perlahan kepada kliennya.

Nia menuturkan, tata rias sendiri merupakan wujud dari ekspresi diri untuk mempercantik dan menghargai diri sendiri. Di samping itu, kemampuan tata rias juga bisa mempercantik orang lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA