Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Mengajarkan Anak Berempati pada Penyandang Disabilitas

Rabu 04 Dec 2019 21:58 WIB

Rep: MGROL 125/ Red: Reiny Dwinanda

Penyandang disabilitas. Anak-anak perlu ditumbuhkan empatinya pada penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas. Anak-anak perlu ditumbuhkan empatinya pada penyandang disabilitas.

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Anak-anak perlu ditumbuhkan empatinya pada penyandang disabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cara berempati kepada para penyandang disabilitas penting diketahui untuk setiap orang. Sikap tersebut juga perlu ditumbuhkan pada anak-anak.

Menurut psikolog klinis Masfuukhatur Rokmah MPsi, mendapatkan empati dari masyarkat penting karena berat sekali bagi anak berkebutuhan khusus. Apalagi, mereka kerap dianggap berbeda dari yang lain. Berikut beberapa tahapan untuk menumbuhkan sikap empati anak kepada para penyandang disabilitas:

Edukasi mengenai disabilitas
Edukasi kepada anak sangat penting dilakukan agar mereka tidak memandang penyandang disabilitas sebelah mata. Edukasi terkait hal ini juga dapat dilakukan di sekolah.

Menurut Fuukha, dengan adanya edukasi, risiko terjadinya perundungan terhadap anak difabel di sekolah bisa ditekan. Dalam hal ini, peran guru sangat dituntut.

Baca Juga

"Guru perlu sekali dibekali hal yang sifatnya mendasar tentang disabilitas sehingga ia bisa menyampaikan kepada anak-anak informasi yang tepat,” jelasnya.

Edukasi yang diberikan kepada anak dapat berupa hal praktis. Seperti misalnya jika di sekolah terdapat kawan yang menyandang disabilitas, guru dapat menjelaskan alasan kawan tersebut menggunakan alat bantu dengar dan mengapa ia tidak boleh diganggu.

Bagaimana jika guru tidak memiliki contoh secara langsung? Menurut Fuukha, guru dapat mengajak anak-anak melakukan kunjungan ke sekolah luar biasa untuk menambang pengetahuan.

Teknis berbicara
Anak yang memiliki keterbatasan intelektual bisa saja tidak terlihat berbeda secara fisik, kecuali anak yang mengalami Down syndrome. Dengan keterbatasan mental, anak akan memiliki kesulitan dalam belajar.

Penting untuk mengajarkan anak-anak mengenai teknik berbicara yang tepat dengan teman yang memiliki keterbatasan intelektual. Selain itu, anak juga harus dibiasakan untuk peduli dan membantu kawan yang mengalami kendala di sekolah.

“Misalnya kalau ada teman disabilitas yang tidak melakukan sesuatu, bisa minta anak untuk membantu mengajarkan. Namun, kalau anak tidak bisa membantu maka ajarkan ia untuk memanggil dan memberi tahu guru agar bisa membantu,” jelasnya.

Membuat kelompok di sekolah
Menurut Fuukha, anak-anak perlu dibuatkan sebuah kelompok sehingga dapat menumbuhkan rasa saling membantu dengan teman sebaya mereka. Anak-anak bisa dibuatkan kelompok yang isinya adalah anak yang prestasinya bagus, anak yang sedang, dan anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.

"Dengan begitu, mereka bisa bekerja sama atau kolaborasi. Itu juga merupakan salah satu bentuk cara menumbuhkan empati,” jelasnya.

Menghindari bullying
Bullying merupakan salah satu hal yang harus dihindari karena akan berdampak sangat buruk pada anak. Penyandang disabilitas membutuhkan penerimaan dari lingkungan.

“Ketika mereka di-bully, mereka akan merasa tidak memiliki harga diri dan semakin drop. Namun, jika di sekolah, sudah ada kata no bullying, empati akan berjalan di antara anak-anak,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA