Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Sejarawan: Idealnya Sejarah Diajarkan Secara Bertahap

Rabu 04 Dec 2019 21:17 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Seorang siswi mencari buku sejarah saat mengikuti belajar bersama di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (27/9).

Seorang siswi mencari buku sejarah saat mengikuti belajar bersama di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (27/9).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Menurut Prof Taufik Abdullah, pendidikan sejarah di sekolah harus dilakukan bertahap

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarawan Prof Taufik Abdullah mengemukakan bahwa pendidikan sejarah bagi pelajar di sekolah harus dilakukan secara bertahap.

"Sejarah itu idealnya diajarkan secara bertahap. Pada pendidikan dasar bisa menyampaikan fakta-fakta," katanya saat ditemui Antara di sela-sela"Seminar Sejarah Nasional" di Jakarta, Rabu (4/12).

Pada tahap awal, kata dia, ada tiga hal dasar yang perlu dikenalkan pada siswa yaitu nama pelaku peristiwa, waktu peristiwa, dan tempat peristiwa.

Kemudian, kata Ketua LIPI masa bakti 2000-2002 itu, pada tingkatan yang lebih tinggi guru bisa menerangkan secara sederhana mengapa peristiwa itu terjadi dan bagaimana situasinya saat itu.

Agar murid tidak bosan, Taufik Abdullah-- yang menulis buku Sejarah Lokal di Indonesian (ed.), Jakarta: Tintamas, 1974 dan Islam di Indonesia (ed.). Yogyakarta: Gadjah Mada Univ.Press, 1979 itu -- mengatakan bahwa guru juga perlu menyampaikan materi pelajaran yang bervariasi.

Sementara itu sejarawan lainnya, Dr Anhar Gonggong mengatakan pelajaran sejarah jadi membosankan karena pelajaran tersebut selalu diulang-ulang di setiap tingkat pendidikan.

Untuk itu, menurut Direktur Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (1996-1999) dan Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bidang Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (2001-2003) itu -- diperlukan cara penyampaian yang menarik agar pelajaran tersebut menjadi menyenangkan.

"Guru perlu menyelipkan candaan di sela-sela mengajar. Tak hanya itu, guru juga perlu mengembangkan pengetahuannya agar penyampaian sejarah dapat berkembang," demikian Anhar Gonggong.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA