Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Satu Ruang Kelas SD di Sukabumi Ambruk Akibat Angin Kencang

Rabu 04 Dec 2019 19:51 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Gita Amanda

Atap sekolah SDN Sangkalih Sukabumi rusak diterjang angin puting beliung. Foto bangunan sekolah rubuh. (Ilustrasi_

Atap sekolah SDN Sangkalih Sukabumi rusak diterjang angin puting beliung. Foto bangunan sekolah rubuh. (Ilustrasi_

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Satu lokal kelas atapnya ambruk karena angin puting beliung di Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bencana angin kencang menyebabkan satu ruangan kelas di SD Negeri Sangkalih, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi ambruk, Selasa (3/12). Dampaknya para siswa kelas II di sekolah tersebut dipindahkan belajarnya ke kelas lain.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, sekolah tersebut berada di Kampung Sangkalih RT 26 RW 07, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung. Kejadian bencana tepatnya terjadi pada Selasa (3/12) sekitar pukul 17.15 WIB.

"Satu lokal kelas atapnya ambruk karena angin puting beliung,’’ ujar Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna kepada wartawan, Rabu (4/12). Beruntung bencana tersebut terjadi pada saat di luar jam sekolah sehingga tidak ada pelajar atau guru yang menjadi korban.

Menurut Daeng, selain karena faktor angin kencang ruangan kelas amburk karena atap sekolah sudah lapuk. Sehingga ketika terjadi angin kencang maka atap langsung ambruk. Taksiran kerugian akibat bencana ini sekitar Rp 100 juta.

Kepala Sekolah SDN Sangkalih Ading Suparta mengatakan, ruangan kelas tersebut sudah dua minggu lebih memang tidak dipakai kegiatan belajar mengajar. Sebabnya sudah terlihat kerusakan pada bagian atap dan lainnya sehingga rawan roboh.

‘’ Atap ruangan kelas ambruk pada Selasa sore dan kini sudah tidak bisa digunakan sama sekali,’’ ujar Ading. Dampaknya siswa kelas 2 bergantian belajar dengan pelajar kelas I. Sehingga hal ini dikhawatirkan tidak membuat nyaman para pelajar dalam belajar di kelas.

Ading mengatakan, sekolah berharap adanya pembangunan ruang kelas baru (RKB) karena bangunan kelas rusak berat. Bahkan, bangunan kelas yang ada di samping ruangan kelas yang ambruk juga mengalami potensi rusak karena ada retak.

Informasi yang diperoleh, ruangan kelas yang ambruk itu terakhir direhab pada akhir 2011 lalu. Namun pada akhir 2019 ini ruangan kelas ini sudah ambruk.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA