Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Dialog Terbuka Solusi Hadapi Islamofobia di Dunia Barat

Rabu 04 Dec 2019 15:39 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

 Sekretaris jenderal Liga Dunia Muslim (MWL), Dr  Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, bertemu dengan Tony Blair, mantan perdana menteri Inggris yang juga Ketua the Tony Blair Institute for Global Change.

Sekretaris jenderal Liga Dunia Muslim (MWL), Dr Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, bertemu dengan Tony Blair, mantan perdana menteri Inggris yang juga Ketua the Tony Blair Institute for Global Change.

Foto: SPA
Sekjen Liga Dunia Islam menilai dialog bisa menekan arus Islamofobia.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Sekretaris jenderal Liga Dunia Islam, Sheikh Mohammed Al-Issa, menekankan pentingnya dialog dalam menangani Islamofobia. 

Hal itu disampaikannya pada hari pertama kegiatan Forum Media Saudi di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (3/12) waktu setempat. 

Dia mengatakan, sebagai organisasi Muslim dan Islam, mereka harus mengklarifikasi gambaran tentang Islam dan Muslim yang sebenarnya.  

Baca Juga

"Ada banyak hak yang jauh berbeda. Banyak dari mereka menanamkan bahwa mereka hanya membenci umat Islam tanpa alasan. Mungkin sulit, tetapi diskusi adalah kunci dan memiliki hasil yang bermanfaat," kata Al-Issa, dilansir di Arab News, Rabu (4/12).  

Dia melanjutkan, kampanye negatif melawan Islam telah dipimpin kelompok kanan di Eropa. Beberapa orang sayap-kanan menentang Islam, karena apa yang mereka dengar atau lihat. 

Menurutnya, orang-orang seperti itu jauh lebih mudah diajak untuk berdiskusi daripada mereka yang tidak memiliki alasan atas prasangka mereka. Dia menyebut orang sayap-kanan itu banyak ditemukan di negara di Eropa.  

"Kami memiliki sesi dengan orang-orang yang membenci Islam, tetapi sekarang kami memanggil mereka teman baik setelah transparansi kami dan diskusi dengan mereka. Oleh karena itu, diskusi ini penting," tambahnya.  

Al-Issa mengatakan bahwa orang sayap-kanan lainnya menghormati Muslim dan tinggal berdekatan dengan mereka. Namun demikian, mereka dikatakan tetap mengkhawatirkan tentang dampak dari perubahan demografis dan imigrasi  

Menurut Al-Issa, satu masalah yang menyebabkan kesulitan dalam hal koeksistensi adalah bahwa beberapa hukum Islam tidak berlaku di negara-negara non-Muslim. 

Karena itulah, dia mengimbau semua orang yang tinggal di suatu negara agar menghormat hukum, budaya, dan konstitusinya. 

Di sini, Al-Issa menekankan bahwa media memainkan peran penting dalam mempromosikan Islamofobia, seperti halnya film. Dalam hal ini, kata dia, media bisa berperan dalam meningkatkan kesadaran untuk menghormati hukum yang ada. (Kiki Sakinah)

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA