Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

IPO Saudi Aramco Kelebihan Permintaan Hingga Tiga Kali

Rabu 04 Dec 2019 13:48 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda

Petugas berjalan di depan kantor Saudi Aramco di Jiddah, Arab Saudi, Ahas (3/11). Perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi. Aramco akan melepas sebagian saham ke publik dan disebut-sebut sebagai IPO terbesar di dunia.

Petugas berjalan di depan kantor Saudi Aramco di Jiddah, Arab Saudi, Ahas (3/11). Perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi. Aramco akan melepas sebagian saham ke publik dan disebut-sebut sebagai IPO terbesar di dunia.

Foto: AP Photo/Amr Nabil
Investor dapat memesan saham Aramco hingga pukul 17.00 waktu Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Penawaran umum perdana (IPO) Saudi Aramco telah hampir tiga kali kelebihan permintaan (oversubscribed). Emiten tersebut menerima pesanan senilai 189,04 miliar riyal.

Proses penjamin emisi saham (bookbuilding) untuk mengalokasikan saham ke pembeli institusional (biasanya manajer aset, asuransi atau dana pensiun) dimulai pada 17 November. Investor memiliki waktu hingga 17.00 waktu Saudi pada 4 Desember untuk melakukan pemesanan.

Aramco berencana untuk menjual 1,5 persen sahamnya dalam suatu kesepakatan yang dapat mengumpulkan hingga 25,6 miliar dolar AS. Raksasa minyak Saudi milik negara ini telah menerima pesanan subscribe sekitar 5,9 miliar saham sejauh ini dari lembaga dalam 17 hari pertama IPO, kata Samba Capital, NCB Capital dan HSBC Arab Saudi, Rabu (4/12).

Biasanya, IPO di Arab Saudi cenderung  subscribe berkali-kali, meskipun jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari listing Aramco berarti lebih sulit untuk membandingkan tingkat permintaan.
IPO terbesar di Arab Saudi, sebelum Aramco, adalah National Commercial Bank (NCB) pada 2013. Saat itu, perseroan berupaya mengumpulkan 6 miliar dolar AS dan kelebihan permintaan berkali lipat.

Aramco sebelumnya mengatakan 0,5 persen dari penawaran akan dialokasikan untuk investor ritel, menyisakan 1 persen atau 2 miliar saham, untuk pembeli institusi. Kesepakatan itu bisa menjadi IPO terbesar di dunia jika berada di atas listing 25 miliar dolar AS China Alibaba Group Holding Ltd pada tahun 2014.

Manajer utama tidak memberikan rincian investor institusional. Akan tetapi dalam pernyataan terpisah pekan lalu Samba Capital mengatakan sebagian besar pesanan datang dari perusahaan dan dana Saudi, sementara investor asing hanya menyumbang 10,5 persen dari penawaran pada 28 November. 

Tahap penjualan ritel itu, yang ditutup pada tanggal tersebut, menarik tawaran senilai 47,4 miliar riyal, setara dengan sekitar 1,5 kali jumlah saham yang ditawarkan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA