Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Implementasi VR di Indonesia Rendah, Penyebabnya?

Senin 09 Dec 2019 00:00 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Duh! Implementasi VR di Indonesia Rendah, Penyebabnya.... (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Duh! Implementasi VR di Indonesia Rendah, Penyebabnya.... (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Penggunaan VR atau teknologi virtual reality masih rendah penerapannya

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Penggunaan VR atau teknologi virtual reality masih rendah penerapannya di hampir semua sektor di Indonesia. Yang menjadi permasalahan mengapa penerapan teknologi VR sendiri masih rendah rupanya dipengaruhi oleh harga VR yang mahal.

"Satu unit VR lengkap saja harganya bisa mencapai Rp40 jutaan. Biasanya, VR diperuntukkan ke first world country," ujar CEO Omni VR, Nico Alyus di Holywings, Selasa (3/12/2019).

Baca Juga: VR Bantu Pasien Lewati Pengobatan Tanpa Rasa Sakit

Ia juga memaparkan bahwa dari data internal perusahaannya menunjukan penjualan VR dari 2016 hingga 2019 masih sedikit di Indonesia. "Dari 2016 sampai 2019 saja itu yang terjual 228 unit," ungkapnya.

Penggunaan VR masih didominasi dari sektor hiburan seperti bermain gim dan menonton video. Teknologi VR yang mumpuni memang mampu menghadirkan kualitas pengalaman berbeda yang dapat dirasakan pengguna.

Menurut Nico, penggunaan teknologi VR bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain selain gaming dan menonton video. "Bukan cuman gaming, bisa buat belajar juga, bisa macam-macam. Itu yang kita coba tanamkan ke orang," ujarnya.

Penerapan VR yang rendah karena harganya yang mahal bukan cuma dialami di Indonesia. Menurutnya, beberapa negara lain juga mengalami kendala yang sama.

"Tidak hanya Indonesia. Di Malaysia, Thailand, dan Vietnam jumlah VR device-nya kecil. Ya, alasannya itu," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA