Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Pemprov Sulteng Dorong FKUB Tingkatkan Peran Bina Umat

Selasa 03 Dec 2019 22:00 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kerukunan Beragama (Ilustrasi)

Kerukunan Beragama (Ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah
FKUB Sulteng terus meningkatkan peran membina umat.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola berharap Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng meningkatkan perannya dalam membina umat agar kualitas perdamaian, ketentraman, dan kenyamanan semakin meningkat.

Baca Juga

"FKUB Sulteng terus meningkatkan perannya dalam pembinaan umat dengan cara terus membangun komunikasi secara efektif, dengan tokoh-tokoh lintas agama," kata Longki Djanggola saat menerima pegurus FKUB Sulteng yang di ketuai Prof KH Zainal Abidin MAg, di dampingi Kepala Badan Kesbangpol Sulteng, di ruang kerjanya, di Palu, Selasa (12/3).

Dia meminta FKUB membangun komunikasi dengan umat beragama melalui bahasa-bahasa damai, diikutkan dengan pesan damai yang menyejukkan umat dan bukan sebaliknya, hal itu agar suasana kehidupan beragama yang damai saat ini di Sulteng, terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang.

Dalam pertemuan itu, FKUB Sulteng menyampaikan terima kasih kepada Gubernur atas dukungannya terhadap pelaksanaan rapat kerja FKUB se-Sulteng yang telah dilangsungkan pada tanggal 22-24 November 2019, di Palu.

Pertemuan tersebut, juga menjadi kesempatan FKUB melaporkan hasil raker atau rencana program kerja tahun 2020, yang salah satunya yakni pembentukan kampung kerukunan.

Rombongan FKUB Sulteng yang di pimpin Prof Zainal Abidin  juga menyampaikan kepada Gubernur tentang pelaksanaan program cinta kerukunan (muhibbah kerukunan) yang bermuatan peningkatan peran dan kapasitas pembinaan kerukunan beragama bagi tokoh agama di Sulteng, yang akan dilaksanakan di dua provinsi yakni Bali dan Jawa Timur.

"Muhibbah kerukunan akan dilaksanakan mulai 5-8 Desember 2019, ini selain dalam rangka memenuhi undangan Asosiasi FKUB Indonesia juga dimaksudkan untuk memberikan wawasan komparatif tentang pembinaan kerukunan aktif dan berkesinambungan," ujarnya.

Zainal Abidin mengatakan muhibbah kerukunan juga untuk mengekplorasi pola-pola pembinaan umat beragama yang efektif dan komperhenship, untuk selanjutkan diimplementasikan di daerah. "Hal ini guna terciptanya kehidupan umat beragama yang rukun dan damai dan terwujudnya Sulteng yang maju dan berdaya saing," sebut Prof Zainal Abidin.

 

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA