Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Airlangga Diminta Masukkan Bamsoet dalam Kepengurusan

Selasa 03 Dec 2019 21:07 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Calon Ketua Umum Golkar, Bambang Soesatyo mendatangi Kantor Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (3/12).

Calon Ketua Umum Golkar, Bambang Soesatyo mendatangi Kantor Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (3/12).

Foto: Republika/Intan Pratiwi
Kubu Bamsoet berharap tak ada perlakuan berbeda dari Airlangga.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pihak yang berada di Kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Ketua Umum Pejawat Airlangga Hartarto benar benar melaksanakan komitmen rekonsiliasi atas bersedianya Bamsoet mundur dari kontestasi caketum Golkar.

Baca Juga

Para kader pro Bamsoet berharap, saat Airlangga terpilih nanti, tidak ada perlakuan berbeda dalam penentuan kepengurusan untuk para pendukung Bamsoet. Mereka meminta, Bamsoet turut dilibatkan dalam menata Internal Golkar.

Ketua Tim Sukses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit menuntut agar Airlangga mau merubah dan memperbaiki sistem manajemen Golkar yang digunakannya saat ini. Ia berharap, Airlangga mau merangkul semua pihak. "Perbaikan terhadap sistem partai tadi, yang itu juga disepakati tentunya Pak Airlangga. Saya kira ke depan kita sama-sama pengen ngebangun partai," ujarnya di Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).

Supit berharap, orang-orang pro Bamsoet tetap dirangkul dalam kepengurusan Golkar yang akan datang. Bukan hanya pihak yang Pro - Bamsoet, namun, kata Supit, semua faksi yang ada di Golkar harus dirangkul.

"Bukan orang pak BS (Bambang Soesatyo) saja tentu semua faksi yang ada di partai Golkar, bersama sama membangun partai Golkar, diakomodir," ujar Supit.

Komitmen itu, kata Supit, sudah disepakati Airlangga dalam pertemuan dengan Kubu Bamsoet. Ia menyatakan akan memantau apakah Airlangga benar-benar melaksanakan komitmen itu.

Supit juga tak mau berandai - andai bila nantinya Airlangga tidak melaksanakan komitmen tersebut. "Kita kan sudah sampaikan, komitmen gentleman  agreement nya seperti itu. Oleh karena itu bagaimana nanti realisasi nya tentu akan kita lihat. Tapi mudah mudahan nanti kita berupaya kalau itu bisa terwakili," ujar dia.

Politikus Senior Golkar Indra Bambang Utoyo, yang juga mengaku mendukung Bamsoet mengaku berupaya menerima rekonsiliasi antara Bamsoet dan Airlangga. Ia sebagai sesama kader Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan TNI Polri Indonesia (FKPPI) dengan Bamsoet meminta, Bamsoet juga dilibatkan dalam menata kepengurusan Golkar.

"Kami harapkan dengan rekonsiliasinya Saudara Bambang dengan Airlangga atas imbauan bapak Presiden, kami bisa terima ini semua, tapi kami titip sama sodara bambang di dalam menyusun nanti, rangkul semua, robah manajeman partai," kata Indra.

Indra mengatakan, bila komitmen tidak dilakukan, Golkar akan kembali pecah. "Kami tunggu ini semua, dan saya percaya, Airlangga dan Bamsoet bisa rekonsiliasi dengan baik," ujarnya menambahkan.

Ketum FKPPI Pontjo Sutowo juga urun bicara atas rekonsiliasi antara Bamsoet dan Airlangga. Ia berharap, rekonsiliasi ini tidak lantas membuat kader FKPPI yang ada di Golkar kemudian dikucilkan.

"Kalau (Ketua Umum) bukan dari FKPPI, kita bisa terima, tapi asal Golkar masih ada benang merah di Golkar, kita mintakan. Saya bilang Bamsoet, kita mintakan, berhasil tidak berhasil, yang penting negosiasi. Jangan sampai ada sentimen, kader (FKPPI) di dalam," ujar Pontjo menegaskan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA