Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Fadli Zon: Pernyataan Jokowi Menenangkan

Selasa 03 Dec 2019 16:40 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan)

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan)

Foto: ANTARA/FIKRI YUSUF
Jokowi menolak wacana presiden tiga periode.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang tidak setuju dengan wacana penambahan periodisasi masa jabatan Presiden menjadi tiga periode. Menurut Fadli Zon, pernyataan itu menenangkan.

"Apa yang telah disampaikan Presiden Jokowi itu harus kita apresiasi. Itu pernyataan yang menenangkan dan sangat bijak, saya sangat menghargai," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Selasa (3/12).

Fadli yang merupakan Ketua Badan Kerja Sama Antar-parlemen (BKSAP) DPR RI mengatakan, kalau wacana tiga periode Presiden tersebut terus berkembang, itu akan membahayakan demokrasi.

Dia meyakini wacana tersebut bukan berasal dari Presiden sehingga seharusnya wacana tersebut harus berhenti ketika Presiden telah menyampaikan pernyataan resmi.

"Dan dengan pernyataan Presiden, seharusnya berhenti sampai di sini, jangan diperpanjang lagi. Artinya presiden sendiri menyampaikan bahwa agaknya isu itu memojokkan beliau," ujarnya.

photo
Presiden Joko Widodo berdialog dengan pelaku UMKM nasabah Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) di kawasan Bintang Fantasi, Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019).

Fadli mengatakan, tidak tahu siapa yang dimaksud Presiden bahwa ada pihak yang cari muka dengan menggulirkan wacana tiga periode Presiden.

Namun dia menilai kalau sudah ada pernyataan Presiden terkait periodisasi jabatan Presiden maka sebaiknya wacana tersebut harus dihentikan dan pernyataan tersebut menenangkan masyarakat.

"Setelah Presiden nyatakan itu, saya kira sangat menjelaskan dan menenangkan bagi masyarakat kita yang memang sudah berkomitmen dengan demokrasi," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pihak-pihak yang mengusulkan amendemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode hanya ingin mencari muka.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. (Mereka yang usul) itu, satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan, itu saja," kata Presiden Joko Widodo dalam acara diskusi dengan wartawan istana kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (1/12).

Wakil Ketua MPR RI dari fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan perihal usulan perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode tersebut datang dari anggota DPR Fraksi Nasdem. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA