Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

LEN Gandeng Pertamina dan PLN Bangun SPLU

Selasa 03 Des 2019 15:18 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Pengendara melakukan pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Pengendara melakukan pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
LEN Industri akan membangun 180 titik pengisian daya atau SPLU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT LEN Industri akan membangun 180 titik pengisian daya atau SPLU untuk memenuhi kebutuhan akses listrik untuk kendaraan listrik. Untuk bisa merealisasikan rencana ini, LEN akan menggandeng Pertamina dan PLN.

Saat ini Len Industri bersama PLN tengah berkoordinasi terkait lama waktu proses charging. Teknologi yang ada membutuhkan waktu 20-30 menit untuk mengisi pasokan listrik di mobil listrik. Dengan waktu tersebut, sebuah mobil listrik mampu melaku sampai 200 kilometer (km).

"Jadi mobil di cas 30 menit itu akan bisa jalan sejauh 200 km," kata Dirut Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin di kantor BUMN, Selasa (3/12).

Zakky menjelaskan jarak tersebut tergantung pada kondisi jalan. Sebab, bila kondisi jalan naik-turun dan macet mobil listrik akan kehabisan energi sebelum sampai 200 km.

Begitu juga dengan motor listrik yang mulai menjamur. Dalam waktu 30 menit charging, motor bisa berjalan sejauh 80 kilo meter. "Kalau nanjak, ngebut ya baterainya cepat habis," ujar Zakky.

Dia menyebut lama waktu pengisian energi tersebut sudah sesuai dengan standar yang biasa digunakan di Jepang, Cina dan Eropa. Hanya memang, belum lama ini dia mendengar Eropa sudah memiliki teknologi mempercepat waktu pengisian energi hingga 7 menit. Namun dia masih belum memastikan sudah diterapkan atau masih dalam tahap uji coba.

"Cuma itu masih prototype atau masih tahap uji coba itu kita belum tahu, nanti kita eksplore," kata Zakky.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA