Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Ibu Kota Pindah, Kebutuhan Gas Kalimantan Naik 92 Persen

Selasa 03 Dec 2019 11:24 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Warga membuat kuit lumpia dengan aliran jaringan gas PGN di Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta Utara, Kamis (28/11).

Warga membuat kuit lumpia dengan aliran jaringan gas PGN di Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta Utara, Kamis (28/11).

Foto: Thoudy Badai_Republika
Kebutuhan gas di Kalimantan bisa mencapai 1.214 MMSCFD jika ibu kota pindah.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kepala BPH Migas M Fashurullah Asa menyatakan, kebutuhan gas bumi di Pulau Kalimantan akan meningkat sekitar 92 persen dari kebutuhan saat ini. Kebutuhan saat ini sebesar 675,21-696,40 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

"Dengan adanya rencana pemindahan ibukota di Kalimantan maka kebutuhan energinya berpotensi meningkat sebesar 92 persen dari kebutuhan saat ini," kata M Fasrullah Asa di Pontianak, Selasa.

Menurut dia, perlu sinergi dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan.Harapannya agar semua pihak terkait bisa memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur gas.

Dia menyatakan, pembangunan pipa gas bumi Trans Kalimantan ini merupakan tindak lanjut rencana induk gas bumi tahun 2012-2025, termasuk dalam memenuhi peningkatan gas bumi tersebut di Pulau Kalimantan.

"Kementerian ESDM telah merencanakan pembangunan jalur pipa gas bumi Trans Kalimantan yang membentang dari Bontang-Banjarmasin-Palangkaraya hingga Pontianak sepanjang 2.219 kilometer, yang akan mengangkut gas bumi dari Bontang, Kalimantan Timur guna memenuhi kebutuhan energi gas alam bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan," kata dia.

Ia menambahkan, adanya rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan serta Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri (KI) dinilai efektif untuk meningkatkan penyerapan gas di wilayah ini. Nantinya di Kalimantan juga akan dibangun jaringan distribusi termasuk Jaringan gas (jargas).

"Untuk itu pemindahan ibu kota dan pembangunan pipa gas, BPH Migas perlu mengatur dan fokus menciptakan permintaan sehingga untuk pasokan gas untuk Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan tidak ada masalah," ujarnya.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA