Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jokowi Bantah Tudingan Intervensi Munas Golkar

Senin 02 Des 2019 14:42 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
Jokowi menegaskan Golkar sebagai partai besar tak mungkin bisa diintervensi luar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah tudingan keterlibatan dirinya dan sejumlah menterinya dalam perebutan kursi ketua umum Partai Golkar. Menurutnya, penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) merupakan urusan internal Partai Golkar.

Sebagai partai yang besar, kata Jokowi, Golkar tak mungkin diintervensi oleh menteri dan pihak eksternal.

"Munas itu urusan internal Golkar dan sebagai partai besar tidak mungkin bisa diintervensi menteri dan pihak eksternal," kata Jokowi saat berbincang dengan awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

Ia pun tak mempermasalahkan beredarnya isu tersebut. Menurutnya, isu-isu seperti itu merupakan hal yang biasa di dalam politik. "Tapi kalau bisa intervensi hebat benar. Apa urusannya Setneg dengan Munas Golkar, itu urusan internal partai," ujar dia.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan sejumlah menterinya yang berasal dari partai berlambang pohon beringin itu, seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Agus Gumiwang, dan  Zainuddin Amali. Saat bertemu dengan para anggota DPD Partai Golkar, ia pun mengaku hanya membahas terkait masalah kenegaraan. 

"Saya kira biarkan lah Golkar secara demokratis menentukan arah ke depan pimpinannya," tambahnya.

photo
Caketum Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) resmi mengumpulkan formulir pendaftaran sebagai caketum ke DPP Golkar, Jakarta, Senin (2/12).


Ia mengatakan, Golkar sebagai salah satu partai besar di Indonesia juga berkontribusi dalam pembangunan nasional. Sementara itu,

Menteri Sekretariat Negara Pratikno menegaskan isu keterlibatan dirinya dalam pemilihan calon ketum Partai Golkar merupakan isu hoaks.

"Katanya saya ngumpulin DPD, saya itu bahkan jangankan ngumpulin, jangankan menelpon. Tahu ketua DPD Golkar saya enggak tahu. Siapa ya ketua DPD Golkar DKI siapa ya? Saya enggak ada. Itu hoaks poll," tegas dia.

Sebelumnya, loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet) Syamsul Rizal menyebut ada campur tangan sejumlah menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan calon ketua umum Partai Golkar periode ini. Syamsul menyebut salah satu menteri yang terlibat adalah Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno.

Menurutnya, menteri tersebut menelpon beberapa kepala daerah kader Golkar dan meminta agar DPD-nya mendukung Airlangga. Cara-cara tersebut tidak hanya di satu provinsi, tetapi juga di provinsi lain.

Selain Pratikno, ada dua menteri lagi yang ikut menekan pengurus Partai Golkar di daerah untuk memilih Airlangga sebagai calon ketua umum Partai Golkar 2019-2024. Namun, ia enggan menyebut siapa menteri yang dimaksud. "Ada tiga pembantu presiden, yang satu itu kader Golkar, yang satu akademisi, yang satu partai lain," ujarnya.




BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA