Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Kemendikbud: Kampus Harus Kembangkan Program Studi Daring

Senin 02 Dec 2019 13:52 WIB

Red: Ani Nursalikah

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Profesor Ali Ghufron Mukti.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Profesor Ali Ghufron Mukti.

Foto: Dompet Dhuafa
Proses belajar di kampus harus diarahkan pada pemanfaatan teknologi daring.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ali Ghufron Mukti mengatakan program studi daring atau dalam jaringan harus terus dikembangkan.

"Perguruan tinggi harus mengembangkan program studi daring sehingga mahasiswa bisa mendapatkan perkuliahan tanpa harus datang ke kampus," ujar Ghufron dalam pembukaan pertemuan profesor kelas dunia di Jakarta, Senin (2/12).

Oleh karena itu, dosen harus melek atau memiliki kemampuan terhadap perkembangan internet of things (IoT) dan Revolusi Industri 4.0. Ghufron menjelaskan proses pembelajaran harus diubah dan arahnya pada pemanfaatan teknologi.

"Jadi lebih ke arah pemanfaatan teknologi. Ini proses pembelajaran yang sangat gampang. Misalnya, kalau di Universitas Trisakti dari rumah sudah bisa akses perpustakaan. Pinjam buku atau perpanjangan sudah bisa diakses dari kamar tidur," ujar dia.

Ghufron juga meminta pengelola perguruan tinggi bisa mengantisipasi pendidikan pada Era 4.0 tersebut. Sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat mengalami kebangkrutan karena terlambat mengantisipasi perkembangan teknologi yang ada.

"Saat ini belum banyak yang mengantisipasi. Kalaupun ada masih pada program studi daring dibandingkan perguruan tinggi daring. Sebetulnya ini beda antara pemberian kuliah secara daring dan prodi daring. Kalao prodi daring itu punya izin tersendiri, izinnya dipermudah. Namun, masih belum banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki prodi daring," kata Ghufron.

Ghufron menambahkan sejumlah perguruan tinggi sudah melakukan antisipasi, namun masih banyak yang belum. Penyebab utamanya, mulai dari infrastruktur, investasi, izin, hingga kesiapan dosen dan mahasiswanya. Ghufron berharap semakin banyak perguruan tinggi di Tanah Air dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA