Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Pemkab Sleman Serahkan Ribuan Sertifikat PTSL-PM

Senin 02 Des 2019 05:34 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi

Sertifikat Tanah

Sertifikat Tanah

Foto: Antara
Masyarakat diharapkan bisa lebih hati-hati dalam menjaga sertifikat tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman memberikan 1.014 sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Partisipasi Masyarakat (PTSL PM). Sertifikat itu diberikan ke warga Caturharjo, Triharjo, Trimulyo dan Pandowoharjo.

Penyerahan sertifikat dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat bidang pertanahan. Caranya, dengan menghadirkan fasilitasi sertifikasi bagi tanah-tanah milik masyarakat.

Selain itu, turut diserahkan bantuan alat ukur GNSS TRK-CORRS yang diberikan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman. Harapannya, bisa digunakan menyelesaikan sisa pembuatan sertifikat yang belum selesai.

Bupati Sleman, Sri Purnomo berharap, masyarakat bisa lebih hati-hati dalam menjaga sertifikat tersebut. Sehingga, tidak mudah menerima iming-iming orang lain yang memanfaatkan kepemilikan sertifikat itu.

"Jangan sampai mudah diajak kerja sama nanti akan bagi hasil, sering saya mendapati kasus seperti itu malah ada yang sampai hilang sampai dilelang oleh lembaga keuangan," kata Sri, Kamis (28/11).

Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya menjelaskan, total ada 1.014 sertifikat yang telah diberikan. Rinciannya, Desa Caturharjo 150 warga mendapat 250 sertifikat PTSL.

Lalu, Desa Triharjo 180 warga mendapat 250 sertifikat PTSL, Desa Trimulyo 165 Warga mendapat 250 sertifikat PTSL, serta Desa Pandowoharjo 175 warga mendapat 250 sertifikat PTSL.

"Selain itu, telah diselesaikan pula proses tukar menukar tanah antara warga Tridadi dengan Kas Desa Pandowoharjo sebanyak 14 sertifikat," ujar Harda.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Rudi Prayitno menambahkan, pemberian bantuan alat pengukur terbaru itu diharapkan bisa membantu pekerjaan pertanahan. Sebab, tidak lagi memakai tali untuk mengukur.

"Tinggal diukur langsung bisa mendapat titik koordinatnya, sehingga kendala kami di lapangan dapat berkurang dengan adanya bantuan alat ukur ini," kata Rudi.

Hampir 90 persen di Kabupaten Sleman sudah mendapat sertifikat dari keseluruhan 700 ribu sertifikat. Saat ini, sudah diberikan 650 ribu sertifikat, dengan target menyelesaikan 34.000 sertifikat tahun ini. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA