Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Demonstran Hong Kong Terima Kasih ke AS

Ahad 01 Dec 2019 15:35 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Demonstran memegang bendera AS di Hong Kong, Kamis malam (28/11). Demonstran merayakan tindakan Presiden AS Donald Trump yang menandatangi undang-undang yang mendukung otonomi Hong Kong.

Demonstran memegang bendera AS di Hong Kong, Kamis malam (28/11). Demonstran merayakan tindakan Presiden AS Donald Trump yang menandatangi undang-undang yang mendukung otonomi Hong Kong.

Foto: AP Photo/Vincent Thian
Trump mengajukan undang-undang untuk membantu demonstran hong kong.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Ratusan orang di Hong Kong berbaris menuju konsulat Amerika Serikat (AS), Ahad (1/12). Aksi tersebut sebagai bentuk ucapan terimakasih atas dukungan AS terhadap unjuk rasa yang dilakukan masyarakat selama enam bulan.

Orang-orang yang turun di jalan mengibarkan bendera AS, dengan mengenakan topi dan kaos ikonik dari Presiden Donald Trump. Mereka membentangkan spanduk yang menggambarkan presiden AS berdiri di atas tank dengan bendera AS di belakangnya.

"Terima kasih Presiden Trump atas hadiah besar Anda untuk Hong Kong dan Tuhan memberkati Amerika," teriak seorang pembicara yang memegang mikrofon ketika berbicara kepada orang banyak di awal pawai. Spanduk lain bertuliskan "Presiden Trump, tolong bebaskan Hong Kong".

Pekan lalu, Trump memutuskan menandatangani undang-undang yang diajukan Senat untuk mendukung pengunjuk rasa di Hong Kong. Dalam peraturan itu AS akan memberikan sanksi atas pelanggaran hak asasi manusia dan pelarangan penjualan alat bantu penanganan protes terhadap pemerintah Hong Kong, Beijing pun telah menyatakan keberatan atas keputusan tersebut.

Pawai akhir pekan itu datang ketika seorang pejabat tinggi Hong Kong mengatakan pemerintah sedang mencari cara untuk membentuk sebuah komite independen. Pembentukan ini untuk meninjau kembali penanganan krisis saat demonstrasi menjadi semakin keras.

Sedangkan sehari sebelumnya, ratusan pemrotes, termasuk banyak keluarga dengan anak-anak, berbaris dalam protes menentang penggunaan gas air mata oleh polisi. Mereka mengenakan balon kuning dan mengibarkan spanduk bertuliskan "Tanpa gas air mata, selamatkan anak-anak kita".

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA