Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Masyarakat Minta Pemulihan Sawah Pasca Longsor Solok Selatan

Sabtu 30 Nov 2019 10:53 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah warga korban banjir bandang membawa bantuan di desa Sapan, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/11/2019).

Sejumlah warga korban banjir bandang membawa bantuan di desa Sapan, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/11/2019).

Foto: Muhammad Arif Pribadi/ANTARA FOTO
Sawah tertimbun longsor membuat masyarakat Solok Selatan tak bisa bertani.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG ARO -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menerima keluhan warga Kabupaten Solok Selatan yang sawahnya tertimbun longsor pascabencana sejak pekan lalu. Nasrul menyebut warga ingin sawah mereka segera dipulihkan agar roda perekonomian masyarakat petani dapat berputar kembali.

“Masyarakat meminta sawah mereka yang tertimbun dikembalikan sehingga mereka bisa kemballi ke sawah karena itu satu satunya mata pencarian mereka,'' kata Nasrul Abit, Sabtu (30/11).

Bencana banjir bertubi-tubi melanda Kabupaten Solok Selatan sejak pekan lalu. Pertama pada Rabu (20/11) kejadian banjir di Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Kejadian pertama ini merusak Jembatan Sungai Pangkua yang dampaknya dirasakan 2000 jiwa.

Dua hari kemudian tepatnya Jumat (22/11) terjadi lagi banjir dan longsor di empat kecamatan yakni KPGD, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Sangir. Kejadian hari kedua ini mengakibatkan SD 10, SD 22, SMP2 Solok Selatan, masjid, mushala, jembatan dan irigasi rusak.

Sawah warga yang rusak ialah sebanyak 29 hektare. Sampai hari ini, alat-alat berat, tim gabungan dari BPBD, Satpol PP Damkar, berbagai organisasi masyarakat dan warga masih bekerja membersihkan sia-sisa material yang terbawa banjir dan tanah longsor.

Sembari itu, Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan kata Nasrul menyiapkan untuk relokasi pemukiman warga ke lokasi yang aman. “Semoga masyarakat mau kita relokasi tetapi ekonominya tetap disini, mudah-mudahan semua mau direlokasi,” ucap Nasrul.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA