Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Duet Arief dan Dimas Rintis Hostel Low Budget

Selasa 03 Des 2019 07:17 WIB

Rep: Darandono (swa.co.id)/ Red: Darandono (swa.co.id)

.

.

Hostel ini juga menawarkan desain unik nan eklektik.

Baca Juga

 

Tingginya permintaan terhadap penginapan di Yogyakarta, melahirkan inspirasi tersendiri bagi Arief Budiyanto dan Dimas Laksamana untuk membangun penginapan unik dengan konsep low budget yaitu Hostel Alexiz & Art Gallery.

Arief Budiyanto, pemilik Hostel Alexiz yang terletak di Jl Prawirotaman 2 No 39, Brotokusman, Yogyakarta, hostel seluas 140m2 ini baru saja beroperasi pada bulan Oktober ini.

Daerah Prawirotaman daerah yang disukai turis asing maupun turis milenial karena banyak kafe hits. Lokasi hostelnya juga dekat dengan Alun-Alun Selatan dan Pusat Kota Yogyakarta (Malioboro). 

“Apalagi lokasi hostel kami juga dekat dengan coffee shop yang dipakai syuting film AADC 2 yang hits beberapa waktu lalu,” kata Arief.

Tak sekadar menawarkan penginapan dengan harga yang terjangkau, hostel ini juga menawarkan desain unik nan eklektik yakni memadukan beberapa desain menjadi satu kesatuan sehingga terlihat harmonis mulai dari gaya etnik, seni gambar, lawas hingga natural.

Dari teras rumah, kita akan disambut oleh furnitur bergaya lawas pada meja dan kursinya. Yang unik, jendela antik dibuat menjadi partisi dapur. Tak hanya kesan tempo dulu, suasana alam juga terasa dari partisi dinding yang terbuat dari material bambu.

Tak hanya area teras, area kamar mandi juga menjadi point of interest. Kamar mandi yang terbuat dari batu bata ekspos, material bambu dan juga ubin tegel yang otentik membuat sensasi mandi menjadi berbeda. “Kami ingin orang mendapat experience berbeda ketika mandi di hostel kami,” katanya. 

Hostel Alexiz sendiri memiliki 4 kamar tidur dengan total 16 tempat tidur. Setiap kamar terdiri dari 2 tempat tidur tingkat sehingga total ada 4 tempat tidur pada setiap unit. Karena memang sasarannya untuk backpacker, tarif satu tempat tidur ditawarkan mulai dari Rp 70 ribu per hari.“Dengan harga itu, kami sudah menyediakan fasilitas wifi, water heater, dapur terpisah hingga AC di setiap kamar,” ujar Dimas.

Dimas, menambahkan tren untuk dormitory permintaan masih tinggi terutama di daerah Selatan Yogjakarta.  Apalagi kalau nanti bandara Internasional Yogyakarta sudah beroperasi secara penuh,  daerah Selatan Yogyakarta akan menjadi favorit karena lebih dulu diakses dari bandara. “Tahun 2020, kami akan menambah 4 Hostel di Yogyakarta,” katanya.

Kota Yogyakarta ternyata menjadi salah satu destinasi yang paling diperbincangkan di media sosial. Perusahaan media intelligence Insentia memantau perbincangan terkait pariwisata dan liburan akhir tahun sebanyak 139.438 buzz di media sosial dalam kurung waktu 1 Oktober hingga 8 November 2019.

“Berdasarkan volume perbincangan ini, kami melihat bahwa masyarakat sangat antusias membicarakan liburan dan tempat destinasi yang ingin dituju menjelang libur akhir tahun yang datang sebentar lagi,” kata Rendy Ezra, Insights Manager Insentia Indonesia.

Dalam pantaunya Insentia, Jogja ternyata menjadi destinasi wisata nomor satu yang banyak dibicarakan orang di media sosial yakni 40.988 buzz, diikuti Bali 37.797 buzz.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA