Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Milisi YPG Rekrut Anak-Anak untuk Berperang

Jumat 29 Nov 2019 21:00 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Anak-anak pengungsi bermain sepak bola di desa Jibreen selatan Aleppo, Suriah.

Anak-anak pengungsi bermain sepak bola di desa Jibreen selatan Aleppo, Suriah.

Foto: AP / Hassan Ammar
YPG memanipulasi anak-anak di bawah umur untuk turut berperang

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Menurut sumber keamanan Turki, kelompok teroris YPG/PKK memanipulasi anak-anak di bawah umur untuk turut berperang melawan Angkatan Bersenjata Turki (TAF). Anak-anak yang direkrut secara paksa itu berusia sembilan hingga 16 tahun.

Dilansir Anadolu Agency, menurut sumber yang tak ingin disebutkan jati dirinya itu anak-anak dipaksa berjuang melawan TAF sebab kelompok teroris tersebut telah kehilangan anggota melalui operasi antiteror domestik dan luar negeri Turki. Seorang teroris yang menyerah kepada pasukan keamanan Turki mengatakan teroris YPG/PKK telah membentuk "batalion muda" untuk bertarung di garis depan.

Sumber-sumber keamanan mengatakan hal tersebut adalah indikasi bahwa kelompok teroris kekurangan anggota. Mereka telah mengirim anak-anak ke jurang kematian untuk menyelamatkan hidup mereka sendiri.

Pada 27 Mei, Turki meluncurkan Operation Claw terhadap PKK di wilayah Hakurk di Irak utara diikuti dengan fase kedua dan ketiga pada Juli dan akhir Agustus. Kemudian, Turki meluncurkan Operation Peace Spring pada 9 Oktober untuk menghilangkan teroris YPG/PKK dari Suriah utara di sebelah timur Sungai Eufrat. Tujuannya mengamankan perbatasan Turki dalam membantu pengembalian yang aman bagi para pengungsi Suriah dan memastikan integritas wilayah Suriah.

Ankara ingin agar teroris YPG/PKK menarik diri dari wilayah tersebut sehingga zona aman dapat dibuat seingga membuka jalan bagi pengembalian yang aman bagi sekitar dua juta pengungsi. Dalam lebih dari 30 tahun terornya melawan Turki, PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa telah bertanggung jawab atas kematian 40 ribu orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang Suriah PKK.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA