Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

PLTA Tua Bengkok Ini Masih Pasok Listrik Warga Bandung

Jumat 29 Nov 2019 19:10 WIB

Rep: Agus Yulianto/ Red: Dwi Murdaningsih

Tiga turbin penghasil listrik yang dimiliki PLTA Bengkok.

Tiga turbin penghasil listrik yang dimiliki PLTA Bengkok.

Foto: republika/agus yulianto
Pemerintah kolonial Belanda membangun PLTA Bengkok pada 1923.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), sampai saat ini, masih mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, Kota Bandung, Jabar. PLTA yang dibangun pada 1923 oleh pemerintah kolonial Belanda ini, untuk memenuhi kebutu‎han listrik warga kota 'Paris Van Java'.

Humas SPS Saguling Agus Suryana mengatakan, PLTA Bengkok memiliki kapasitas 3,15 megaWatt (mW). Hingga kini, PLTA Bengkok masih beroperasi dengan baik meski pun usianya sudah tua.

"PLTA Bengkok usianya sudah tua atau lawas. Tapi, pembangkit ini, salah satu andalan yang masuk ke sistem jaringan Jawa Bali," kata Agus di Gedung PLTA Bengkok, Dago, Bandung, Jumat (29/11).

Baca Juga

photo
Ruang operator PLTA Bengkok.

Dia menjelaskan, bahwa industri 4.0, saat ini sudah ada di depan mata. Namun PLTA Bengkok ini masih dipertahankan dan menjadi salah satu warisan masyarakat Bandung.

"Jadi, PLTA Bengkok ini, masih beroperasi dengan mengandalkan air dari Sungai Cikapundung yang mengalir di Kota Bandung," ujarnya disela-sela acara press Tour PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya, Jumat (29/11).

Dia berharap, nantinya, PLTA Bengkok ini tetap beroperasi optimal, karena pembangkit itu, merupakan salah satu pendukung program pemerintah, yakni menggenjot penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) pada sektor ketenagalistrikan.

‎"Kami berharap PLTA ini, unitnya memanfaatkan EBT tetap terjaga," ujarnya.

Di sisi lain, Agus juga tidak menampik bila ke depan PLTA Bengkok bisa dijadikan sebagai objek wisata. Hal ini, kata dia, karena bangunan PLTA sudah masuk dalam cagar budaya (heritage) yang dilindungi.

" Semua mesin dan bangunan ini masih asli. Tidak boleh dirombak," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA