Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Waspada Penipuan yang Menawarkan Kenaikan Limit Kartu Kredit

Jumat 29 Nov 2019 17:17 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Penipuan Keuangan (Ilustrasi)

Penipuan Keuangan (Ilustrasi)

Foto: BUSTHATHIEF.COM
Penipuan lewat telpon menggunakan modus kenaikan limit kartu kredit

Assalamualaikum wr. wb. Saya ingin menyampaikan adanya modus penipuan yang menawarkan kenaikan limit kartu kredit. Kejadian ini menimpa diri saya. Mohon untuk waspada kalau menerima telepon dari nomor 021-8281403 atau 021-83794000. Nomor ini menghubungi saya pada Kamis 28 November kemarin, dan dipakai untuk melakukan modus penipuan.

Modus dari si penelpon adalah dengan berpura-pura sebagai pihak Bank BNI dengan menawarkan kenaikan limit kartu kredit. Si penelpon akan meminta nomor kartu kredit, masa berlaku kartu dan nomor yang ada di belakang kartu.

Setelah penelpon mendapatkan semua info terkait kartu kredit korban, dia akan menutup teleponnya dengan alasan akan melakukan konfirmasi terhadap data tersebut. Lima menit kemudian penelpon menghubungi lagi, dan mengatakan bahwa kartu kredit korban telah dinaikkan limitnya.

Penelpon juga menginfokan bahwa kita telah mendapatkan fasilitas belanja online di Tokopedia dengan nilai limit senilai Rp 19 jutaan dan bisa diangsur dengan bunga 0 persen. Kalau misalnya kita setuju, penelpon meminta kita untuk melihat SMS yang masuk dari BNI terkait transaksi belanja online dengan nilai transaksi Rp 19 jutaan yang sudah disebutkan tadi.

Penelpon lalu meminta kita menyebutkan password atau OTP pada SMS tersebut. Kalau kita percaya dengan menyebutkan password OTP tersebut, maka secara otomatis tagihan belanja online tersebut akan masuk ke rekening ketagihan kita. Padahal kita merasa tidak melakukannya.

Karena itu, jangan sampai kita mempercayainya, walaupun ada hal-hal yang sebetulnya dapat membuat kita percaya. Seperti, si penelpon tahu berapa kartu kredit yang saya miliki dan data-data lain tentang identitas saya. Apalagi si penelpon juga tahu persis ejaan nama saya sehingga saya sempat mempercayainya.

Alhamdulillah saya adalah calon korban yang gagal ditipu oleh si penipu itu. Sewaktu saya diminta menyebutkan password transaksi, saya langsung tersadar bahwa ini penipuan karena mereka meminta password/OTP, yang mana hal ini tidak boleh diberitahu kepada siapapun termasuk ke pihak Bank sekali pun.

Terima kasih,
Pengirim: Aan Sophan, Nasabah BNI, asal Cilodong Depok

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA