Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Rusia Tertarik dengan Reformasi OKI

Jumat 29 Nov 2019 13:20 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Foto: common.wikimedia
Perwakilan Rusia mengatakan telah digelar pertemuan tentang visi Dunia Islam-Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rusia tertarik dengan reformasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). OKI sendiri sejak September 1969 di Rabat, Maroko. Perwakilan Tetap Rusia untuk OKI Ramazan Abdulatipov menyatakan telah digelar pertemuan-pertemuan untuk membincangkan visi strategis Rusia-Dunia Islam.

"Di ulang tahun organisasi ini, sejumlah negara anggota OKI secara sah mengangkat masalah peningkatan efektivitas organisasi internasional yang penting ini, khususnya melalui reformasi, menuntut agar struktur sekretariat jenderal OKI direformasi," katanya, dilansir di TASS, Kamis (28/11).

Abdulatipov juga menyampaikan dewan menteri luar negeri dari negara-negara anggota dan administrasi organisasi juga sudah sepakat memperbarui asosiasi. "Kami bekerja dengan perwakilan untuk negara-negara anggota dan menunjukkan keinginan kami dalam mereformasi OKI, terutama dengan tujuan memberikan partisipasi penuh sebagai negara pengamat dalam kegiatan OKI," ucapnya.

OKI adalah organisasi antarpemerintah internasional negara-negara Muslim. Sebelum Juni 2011, OKI disebut Organisasi Konferensi Islam. Kantor pusatnya di Jeddah, Arab Saudi.

Badan pimpinan tertinggi, KTT Islam, diselenggarakan setiap tiga tahun. Yousef bin Ahmad Al-Othaimeen dari Arab Saudi adalah Sekretaris Jenderal organisasi saat ini. Sebanyak 57 negara menjadi anggota OKI. Rusia menyandang status sebagai pengamat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA