Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Ini 4 Tim Terkuat Liga Primer Berkat Ketangguhan Lini Tengah

Jumat 29 Nov 2019 06:15 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto

Logo Liga Primer Inggris

Logo Liga Primer Inggris

Foto: premierleague.com
Tiap klub mencari gelandang dengan visi dan kreativitas untuk mengubah tempo bermain.

REPUBLIKA.CO.ID, Taktik dan formasi dalam sepak bola mungkin telah banyak berevolusi selama era Liga Primer Inggris, tetapi memimpin pertempuran di lini tengah tetap menjadi faktor kunci dalam memenangkan pertandingan. Tim-tim dengan penyerang hebat pun sering kesulitan ketika ada kekurangan pemain berkualitas di lini tengah.

Selama awal musim, klub-klub sering menurunkan dua striker dengan dua gelandang tengah dan dua sisanya di sayap lapangan. Tapi kedatangan Jose Mourinho melahirkan pola permainan baru dengan gelandang bertahan dan gelandang serang. Selain itu, strategi revolusioner ala Pep Guardiola di Barcelona yang mengandalkan trio Iniesta-Busquets-Xavi benar-benar mengubah cara orang memandang lini tengah.

Sejak itu, klub mencari gelandang dengan visi dan kreativitas untuk mengubah tempo permainan. Dalam dua hingga tiga musim terakhir, Liga Primer telah memamerkan banyak tim dengan keserbagunaan dan dinamika di tengah lapangan. Berikut ini ada empat tim dengan lini tengah terbaik di Liga Primer versi Sportskeeda yang dilansir tengah pekan ini.

4. Leicester City

photo
Brendan Rodgers

Tim besutan Brendan Rodgers telah menjadi relevansi musim ini untuk permainan di lini tengah. Gaya bermain Leicester City yang cair telah mengesankan banyak orang dan merupakan alasan besar mengapa mereka berada di urutan kedua klasemen sementara Liga Primer. Lini tengah Leicester yang terdiri dari Wilfred Ndidi, James Maddison, dan Youri Tielemans telah mengungguli hampir setiap lawan musim ini.

Ndidi, salah satu pemain yang pernah diremehkan di Liga Primer ternyata bisa menyatukan tim. Dia sering memenangkan pertarungan fisik di lini tengah dan mencatatkan tekel paling banyak musim lalu. Dia rata-rata menangani 5,1 tekel per pertandingan musim ini, tertinggi dari lima liga top Eropa. Lalu Maddison juga mendapat banyak perhatian selama pertandingan, terutama karena permainannya yang gila-gilaan dari lini tengah dan kemampuan untuk bergerak dengan sempurna di dalam kotak penalti.

3. Chelsea

photo
Frank Lampard

Mirip dengan Rodgers, Frank Lampard telah merevolusi Tte Blues hingga memainkan sepak bola menarik di Eropa. Dia sering menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Jorginho dan Mateo Kovacic bermain menjurus ke lini belakang. Jorginho tampaknya telah mendapatkan kembali semangatnya yang hilang di bawah asuhan Lampard. Dia adalah salah satu pengumpan terbaik di liga dengan rata-rata 78,8 kali per pertandingan, dengan tingkat keberhasilan 88,3 persen.

Kehadiran Kovacic sempat menimbulkan banyak tanda tanya seperti Jorginho. Tapi ia juga telah menemukan cara untuk mengontrol aliran permainan dari lini tengah. Yang terbaik, tidak ada gelandang di dunia yang bisa menandingi N'Golo Kante dan dia perlahan-lahan mendapatkan kebugarannya setelah musim penuh cedera.

2. Liverpool

photo
Pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Meskipun lini tengah the Reds tidak memiliki kekuatan dari pemain bintang, tim Liverpool yang diasuh Juergen Klopp memiliki soliditas dan pengalaman bertahun-tahun. Hal inilah yang sangat berharga dalam tiap pertandingan. Kapten tim Jordan Henderson merupakan salah satu pembuat keputusan terbaik di Liga Primer dengan banyak berkontribusi pada timnya. Georginio Wijnaldum dapat bermain di kedua sisi dan menawarkan banyak kedinamisan di lini tengah.

Lalu ada James Milner yang banyak dimainkan sebagai pengganti akhir-akhir ini. Pada usia mudanya, Milner memiliki energi yang tak ada habisnya dan dapat bermain di posisi apa pun mulai dari bek kiri ke sayap kanan. Kemudian Naby Keita dibawa untuk membawa kreativitas yang sangat dibutuhkan, tetapi kesempatannya di Anfield terhambat oleh cedera.

1. Manchester City

photo
Pep Guardiola

Ketika Pep Guardiola memutuskan untuk bergabung dengan Manchester City, banyak pengamat percaya ia harus mengubah taktik lini tengahnya agar sesuai dengan tuntutan fisik Liga Primer. Empat tahun kemudian, permainan ala Guardiola yang mengandalkan bola pendek, cepat, dan kreatif menguasai Liga Primer. Kondisi itu terjadi saat klub lain belum menemukan cara untuk menghentikan lini tengah City yang bertanding seperti mesin.

Fernandinho dan Rodri bisa disebut gelandang bertahan paling solid di Eropa. Lalu Kevin De Bruyne bisa dibilang penyuplai bola terbaik di Liga Primer musim ini dengan sembilan assist. Kaki kanannya yang luar biasa terus menghasilkan umpan silang yang menakjubkan. Ditambah dengan David Silva dan Bernardo Silva yang serba bisa menjadikan City mimpi buruk bagi tim mana pun di Eropa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA