Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Viral Lawan Rasisme, Alasan Muslimah Inggris ini Buat Kagum

Kamis 28 Nov 2019 23:31 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan / Red: Nashih Nashrullah

Asma Shuweikh sedang bersitegang dengan pelaku rasisme di kereta bawah tanah.

Asma Shuweikh sedang bersitegang dengan pelaku rasisme di kereta bawah tanah.

Foto: youtube
Muslimah Inggris sempat viral melawan rasisme di kereta bawah tanah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asma Shuweikh, baru-baru ini menjadi perhatian di Inggris. Pasalnya, dengan berani dia menentang perlakuan rasisme dari penumpang kereta bawah tanah terhadap orang Yahudi.  

Baca Juga

Dilansir dari wawancara forward dengan Asma, pengakuan utama ketika ia melerai tingkah penumpang itu, dikarenakan dia geram dan ingin menenangkan pelaku. Meski pada nyatanya, Asma tidak ingin berdebat dengan penumpang rasis itu.

“Saya pikir berbicara kepadanya dengan cara yang tenang akan memperoleh tingkat yang sama, sehingga dia tidak merasa seperti saya menyerangnya, mungkin itulah yang membuatnya tenang,” ujar dia seperti dilansir Forward, Kamis (28/11).  

Dalam pengakuannya, penumpang rasis itu juga sempat menyerang Asma, meski tidak bisa dilihat dalam video yang tersebar. Sambung dia, aksi tersebut dilakukannya ketika kamera mulai dimatikan, sehingga kemudian penumpang rasis itu mulai menghampirinya.  

“Saya hanya bisa panik. Lalu saya katakan padanya untuk mundur dan saya katakan Anda harus menjaga jarak, bahwa saya hanya berusaha membantu sehingga ini tidak perlu,” ungkap dia.  

Tak henti di situ, Asma juga mengatakan bahwa ia bukan hanya diserang dengan apa yang dia kenakan. Lebih dari itu, agama islam sebagai kepercayaanya pun juga ikut menjadi sasaran. 

“Saya tahu bahwa jika saya akan berbicara dengannya, dia akan mengincar saya. Tetapi setidaknya saya tidak ingin anak-anak saya terpengaruh,” katanya.  

Ketika ditanya apakah publikasi video itu mempengaruhi hidupnya, dia menyangkal. Sebab, Asma mengaku bahwa dia tidak memiliki akun Twitter atau bahkan social media lainnya, yang menjadi alat penyebaran video viralnya. “Dan saya juga bukan tipe orang yang menyukai sorotan. Teman saya yang mengirimkan video itu,” kata dia.

Menurut dia, apa yang sudah dia lakukan di dalam kereta itu merupakan hal positif. Oleh sebab itu, dia berharap agar semua orang mulai menyeimbangkan semua aspek, baik itu agama, ras, dan lainnya.

"Pesan saya adalah bahwa setiap orang dapat belajar untuk hidup berdampingan dalam masyarakat multikultural. Saya pikir semua orang harus meluangkan waktu dari kehidupan mereka untuk bertemu orang-orang dari latar belakang yang berbeda,” tuturnya.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA