Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Terdakwa Kasus Vina Garut Jalani Sidang Perdana

Kamis 28 Nov 2019 17:59 WIB

Rep: Bayu Adji/ Red: Muhammad Hafil

Terdakwa kasus Vina Garut menjalani sidang perdana di pengadilan (ilustrasi).

Terdakwa kasus Vina Garut menjalani sidang perdana di pengadilan (ilustrasi).

Terdakwa terancam hukuman 12 tahun penjara.

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT -- Tiga orang terdakwa kasus video pornografi yang ramai dengan judul "Vina Garut" menjalani sidang-perdana">sidang perdana di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (28/11). Terdakwa berinisial V (19 tahun), W (41), dan AG (29), menjalani persidangan secara tertutup, dan hanya bisa disaksikan oleh hakim, jaksa penuntut umum (JPU), kuasa hukum, dan terdakwa.

Baca Juga

JPU Dapot Dariarma mengatakan, dalam sidang itu, tiga terdakwa didakwa dengan ancaman 13 tahun penjara. Dakwaan yang dikenakan adalah Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

"Kami kenakan pasal 4 ayat 1 UU Pornografi dengan ancaman maksimal 12 tahun. Alternatifnya Pasal 8 junto Pasal 34 UU Pornografi dengan ancaman 10 tahun," kata dia, Kamis (28/11).

Ia menjelaskan, penerapan UU Pornografi kepada ketiganya didasari aksi yang dilakukan para terdakwa. Ditambah, perbuatan itu dilakukan bersama-sama. 

Dalam pasal 4 ayat 1 UU Pornografi, disebutkan setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi. Sementara dalam Pasal 29 disebutkan, pelanggar Pasal 4 dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar.

Menurut Dapot, dalam sidang pembadaan dakwaan itu ketiga terdakwa tidak melakukan eksepsi atau keberatan. Pada sidang selanjutnya, JPU akan menghadirkan saksi-saksi terkait kasus tersebut.

"Sidang dilanjutkan Selasa depan (3 Desember). Agendanya pemeriksaan saksi. Dari sembilan saksi, kami akan mendatangkan tiga atau empat saksi," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA