Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Yudi Latief: Di SD tak Perlu Ada UN

Kamis 28 Nov 2019 17:33 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

Cendikiawan muslim Indonesia, Yudi Latief saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema

Cendikiawan muslim Indonesia, Yudi Latief saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema

Foto: Republika/Muhyiddin
4 hal yang perlu diajarkan di SD yaitu membaca, menulis, menghitung, dan menutur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cendikiawan Muslim Indonesia, Yudi Latief mengatakan, pendidikan dasar merupakan kunci kemajuan pendidikan di dunia. Karena itu, menurut dia, pendidikan dasar sangat menentukan dalam menyelesaikan masalah mendasar dalam proses pendidikan negeri ini.

Baca Juga

"Basic education adalah kunci kemajuan dari seluruh rangkaian proses-proses pendidikan di dunia. Jadi pendidikan dasar ini sangat menentukan. Pendidikan dasar ini harus menyelesaikan hal-hal yang mendasar," ujar Yudi Latief saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Guru di Persimpangan: Antara Idealita dan Realita" di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

Jika di pesantren, lanjut dia, para santri biasanya diajarkan ilmu-ilmu alat seperti Sarraf dan Nahwu sebelum belajar kitab-kitab yang dikarang oleh para ulama. Namun, menurut dia, hal-hal mendasar seperti itu dalam pendidikan nasional Indonesia belum terselesaikan . "Apa itu ilmu alat yang mendasar dalam pendidikan di Indonesia, pertama itu habit," ucap Yudi.

Menurut dia, siswa di pendidikan dasar setidaknya harus diajarkan empat kebiasaan. Yaitu membaca, menulis, menghitung, dan menutur. Kemudian empat hal itu dikombinasikan dengan pendidikan karakter dan kreatifitas.

"Jadi itu saja. Membaca, menulis, menghitung dan menutur, lalu dikombinasikan dengan basic character dan kreatifitas," kata Yudi.

Dia menambahkan, jika guru-guru di pendidikan dasar bisa mengajarkan empat kebiasaan itu kepada murid, maka tidak perlu lagi diadakan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD. Bahkan, kata dia, menteri pendidikan tidak perlu mengganti kurikulum.

"Itu saja. Jadi enggak perlu ganti menteri ganti kurikulum. Enggak usah ganti menteri. Itu saja. Oleh karena itu saya kira di SD enggak perlu ada ujian nasional. Kuncinya itu saja," jelas Yudi.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA