Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Gaikindo Harapkan Spesifikasi Biodiesel Lebih Baik

Kamis 28 Nov 2019 14:05 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun.

Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun.

Foto: Prayogi/Republika.
Pengusaha menaruh perhatian pada water content dalam biodiesel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Future Automotive Technology Compartement Gaikindo, Abdul Rochim meminta kepada pemerintah dan Aprobi untuk spesifikasi B30 jauh lebih baik ke depannya. Sebab, kandungan air dalam biodiesel sangat mempengaruhi keandalan mesin.

Baca Juga

Abdul menjelaskan program B20 yang lalu memang berjalan dengan baik. Dari hasil uji jalan B30 juga menunjukan bahwa mesin mobil bisa berjalan dengan baik. Hanya saja tak ditampik, jangka waktu maintainance perlu diperketat agar keandalan mesin tetap terjaga.

"Yang menjadi catatan di sini kan adalah water content dalam biodieselnya. Nah, kami harap ini jauh lebih ketat lagi, kalau sekarang kan maksimal 300 ppm," ujar Abdul di Kementerian ESDM, Kamis (28/11).

Abdul menjelaskan apabila water content ini tidak diperhatikan maka bisa membuat pembakaran mesin tidak maksimal. Apabila pembakaran tidak maksimal maka akan masuk dalam ruang oli yang akan membuat mesin menjadi rusak.

"Kami fokus ke water content agak ketat. Itu yang mingkin terjadi di truk," ujar Abdul.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan dengan adanya uji jalan maka program B30 ini bisa segera dilakukan pada 1 Januari esok. "Rekomendasi teknis B30 ini kami sampaikan berdasarkan hasil jalan, uji performa kendaraan, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh tim teknis. Secara umum dari hasil uji jalan B30, maka B30 siap diimplementasikan pada kendaraan bermesin diesel per 1 Januari 2020," ujar Dadan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA