Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung Asal Sumatra

Kamis 28 Nov 2019 08:24 WIB

Rep: alkh/ Red: Esthi Maharani

Petugas  menggagalkan penyelundupan burung ilegal

Petugas menggagalkan penyelundupan burung ilegal

Foto: Dok. FLIGHT
1.812 ekor burung yang diselundupkan berasal dari kawasan hutan di Sumatera Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Kepolisian Resor Cilegon menggagalkan upaya penyelundupan 1.812 ekor burung yang diduga berasal dari kawasan hutan di Sumatera Selatan. Dua orang terduga pelaku dengan inisial AS (30) dan CA (18) berikut kendaraan mini bus yang mereka gunakan diamankan usai melintas di Pelabuhan Merak, Cilegon.

Kabdihumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi membenarkan kejadian tersebut dan menyebut hasil penyelidikan sementara, butung-burung tersebut hendak dibawa ke Serang hingga Bandung

"Diamankan saat melintas di Jembatan Layang pintu Pelabuhan Merak Cilegon. Dari hasil penyelidikan sementara, rencananya mereka akan mengirimkannya ke wilayah Kota Serang, Jakarta dan Bandung," ujar Edy, Rabu (27/11).

Lanjutnya, para tersangka diamakan karena tidak mengantongi surat atau dokumentasi yang sah dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Untuk kepentingan proses penyelidikan, pelaku dan barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Cilegon.

Adapun ribuan burung yang berhasil diamankan anatar lain, Ciblack 960 ekor, Perenjak 90 ekor, Colibri 420 ekor, Conin 210 ekor, Gelatik batu 90 ekor, Cucak ranting 42 ekor, totalnya 1.812 ekor burung.

"Dari 6 jenis burung, 2 diantaranya merupakan jenis burung atau hewan yang dilindungi. Saat ini kita masih berkoordinasi dengan instansi terkait," ungkapnya.

"Pelaku dijerat UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya dan/atau undang-undang RI nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA