Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Bea Cukai Makassar Gagalkan Penyelundupan Sabu di Anus

Rabu 27 Nov 2019 19:09 WIB

Red: Gita Amanda

Bea Cukai Makassar menggagalkan penyelundupan sabu yang dimasukkan ke dalam anus pelaku.

Bea Cukai Makassar menggagalkan penyelundupan sabu yang dimasukkan ke dalam anus pelaku.

Foto: Bea Cukai
Setelah dilakukan pemeriksaan badan dicurigai benda keras yang terletak dibagian anus

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Bea Cukai Makassar dan Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis Methamphetamine berbentuk bubuk kristal putih dengan berat 80 gram, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (19/11) lalu. Pelaku menyelundupkan sabu di dalam anus.

Baca Juga

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Gusmiadirrahman, mengungkapkan pelaku penyelundupan merupakan penumpang pesawat internasional rute Kuala Lumpur - Makassar. Kronologis berawal dari analisa oleh petugas atas manifest penumpang, diatensi seorang penumpang inisial M yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan badan dicurigai benda keras yang terletak dibagian anus.

 “Dari hasil pemeriksaan didapati barang bukti sebanyak 80 gram narkotika jenis Methamphetamine. Selanjutnya atas barang bukti dan pelaku diserahterimakan ke Kepolisiaan Daerah Sulawesi Selatan untuk dilakukan pengembangan,” Jelas Gusmi.

Penindakan ini berhasil menyelamatkan masyarakat dari dampak negatif. Ini merupakan wujud keseriusan Bea Cukai dalam menjalankan salah satu tugas dan fungsi Bea Cukai, yaitu community protector. Dari penindakan ini, para tersangka dapat dijerat dengan undang-undang RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika pasal 111 sampai dengan 114 dengan hukuman minimal penjara empat tahun maksimal hukuman mati.

Gusmi menambahkan bahwa kejahatan narkotika adalah extraordinary crime sehingga dibutuhkan partisipasi dan peran aktif semua pihak untuk mencegah dan menghentikan peredarannya di masyarakat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA