Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Muhammadiyah: Pusat Ilmu Pengetahuan Cerdaskan Bangsa

Rabu 27 Nov 2019 15:15 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Peletakan Batu Pertama Menara SM. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sambutan sebelum peletakan batu pertama pembangunan Menara Suara Muhammadiyah (SM) di Yogyakarta, Ahad (17/11).

Peletakan Batu Pertama Menara SM. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sambutan sebelum peletakan batu pertama pembangunan Menara Suara Muhammadiyah (SM) di Yogyakarta, Ahad (17/11).

Foto: Republika/ Wihdan
Islam seharusnya menjadikan manusia sebagai pembawa perubahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan bahwa Islam seharusnya menjadikan manusia sebagai pembawa perubahan. Prof Haedar juga menjelaskan bahwa perlunya pusat-pusat ilmu pengetahuan demi memajukan dan mencerdaskan suatu bangsa.

"Memajukan dan mencerdaskan bangsa memerlukan center-center ilmu pengetahuan, kita punya perguruan-perguruan tinggi, rumah sakit dan lain-lain, itu adalah bagian dari membangun pusat keunggulan dan peradaban," kata Prof Haedar saat diskusi.

Dia tidak rela kader-kader Muhammadiyah suka aksi massa kemudian pulang ke rumah dalam kondisi lapar. Maka jangan bergerak hanya pada tindakan jangka pendek. Sebab perubahan paradigm adalah hal yang penting untuk mencerdaskan anak bangsa. 
 
"Saya berharap adik-adik ini menjadi para pembaharu dan memajukan Indonesia, jangan setelah pulang ke Indonesia justru membuat hancur Indonesia, bawa ilmu yang membangun peradaban Indonesia," ujarnya.
 
Melalui pesan tertulis kepada Republika pada Selasa (26/11) malam, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki menyampaikan, rombongan PP Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Yurtdisi Türkler ve Akraba Topluluklar Baskanlığı (YTB) untuk melakukan kerjasama yang komprehensif. Pihak YTB menyambut baik kedatangan Muhammadiyah dan berencana untuk menambah kuota beasiswa untuk Indonesia. 
 
Selanjutnya Muhammadiyah berkunjung ke Yüksek Öğretim Kurulu (YÖK) atau Departemen Pendidikan Tinggi Turki. Muhammadiyah disambut oleh Deputy Ketua YÖK, Rahmi Er. Rangkaian acara kunjungan Muhammadiyah ini ditutup dengan diskusi kebangsaan tentang memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa di Turkiye Diyanet Vakfi Kongre Merkezi. 
 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA