Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Ketua DPR Minta Pemerintah Antisipasi Libur Nataru

Rabu 27 Nov 2019 13:33 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani meminta pemerintah mengantisipasi libur nataru.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani meminta pemerintah mengantisipasi libur nataru.

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Diprediksi terjadi lonjakan arus lalu lintas saat libur nataru.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra, mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas kendaraan dan orang pada liburan akhir tahun ini. Ia berharap ada sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengamankan liburan akhir tahun tersebut.

Baca Juga

"Kedatangan kami ke sini, untuk melihat apakah benar sinergi (pemerintah pusat dan daerah) ini berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, terutama terkait keamanan dalam menghadapi arus liburan natal, dan akhir tahun serta tahun baru,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani saat bertemu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Pemprov Lampung, Selasa (26/11).

Mengenai tantangan pada libur akhir tahun, natal, dan tahun baru, Puan mengatakan, semua pihak harus saling sinergi dalam mengantisipasi arus kendaraan lalu lintas dan orang. Menurut dia, perlu peran aktif semua pihak dalam mengamankan jalannya arus lalu lintas tersebut saat natal dan tahun baru.

"Lampung akan menjadi pintu utama Sumatra menuju Jakarta. Tentunya untuk menghadapi itu semua, diperlukan antisipasi dari semua pihak,” katanya.

Perhatian sekarang tertuju pada Provinsi Lampung, karena provinsi tersebut telah memiliki Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Puan berharap, dalam mengantisipasi keamanan dalam melintas di JTTS wilayah Lampung hingga Sumatra Selatan, perlu penempatan tim medis dan tempat istirahat lainnya. Selain itu, tim yang terus berpatroli di sepanjang jalan tol.

JTTS telah beroperasi dari ruas Pelabuhan Bakauheni – Terbanggi Besar (140,4 km), kemudian tersambung JTTS ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang - Kayuagung (Sumsel) sepanjang 189 km. Panjangnya ruas jalan tol tersebut membuat pengendara perlu tempat istirahat (rest area).

Pemantauan Republika di dua ruas JTTS wilayah Lampung, tempat istirahat masih sangat kurang, sehingga pengendara yang melintas tidak dapat beristirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan. Kondsi ini, membuat sopir biasanya capek dan mengantuk dengan perjalanan panjang tersebut mengancam keselamatan berkendaraan di jalan tol.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan terus mengawal sinergitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, salah satunya dalam penanganan arus kendaraan dan orang pada liburan akhir tahun, natal, dan tahun baru.

Arinal mengatakan akan melakukan peningkatan keamanan di Provinsi Lampung, dengan terus melakukan sinergi dengan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, termasuk jajaran Polri dan TNI.

Ia mengatakan, Lampung memiliki posisi strategis karena sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra. Tentunya, ujar dia, peluang tersebut menjadi harapan bagi Lampung untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan rakyat di bidang ekonomi.

"Provinsi Lampung juga memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa, seperti keindahan alam yang mampu menarik wisatawan ke Provinsi Lampung. Untuk itu, Lampung akan menjadi destinasi pariwisata bertaraf nasional dan internasional,” kata mantan Sekdaprov Lampung tersebut. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA