Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Rajutan Harmoni yang Mendorong Ekonomi Xinjiang

Selasa 26 Nov 2019 22:02 WIB

Rep: Irfan Junaidi/ Red: Sadly Rachman

Garibaldi Thohir

Foto: Republika TV/Irfan Junaidi
EMBED
Kompleks sekolah Islam di Xinjiang, Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, XINJIANG -- Di atas lahan seluas 10 ha, di tepian kota Urumqi, Provinsi Xinjiang, Cina, berdiri kompleks sekolah Islam. Di sinilah ribuan murid dari berbagai tingkatan terus belajar tentang Islam yang dikombinasi dengan pelajaran ideologi negara, serta sejarah dan kebudayaan Cina.

Kompleks terintegrasi bernama Xinjiang Islamic Institute ini dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan. Selain ruang kelas yang bersih, ada juga asrama, masjid, juga sarana olahraga serta kantin besar.

Jenjang pendidikannya terbagi menjadi tiga, yaitu sarjana S1 (5 tahun), sarjana S1 (3 tahun), serta jenjang kejuruan. Murid yang terlihat ikut dalam program pendidikan di kampus ini laki-laki. Mereka datang dari berbagai etnis yang menjadi penghuni provinsi di ujung barat Negeri Tirai Bambu itu.

Keberadaan kampus ini sangatlah memberi warna bagi kehidupan keislaman di Xinjiang. Tak hanya menjadi pusat studi, Xinjiang Islamic Institute ini juga menjadi jembatan dialog antara pemerintah Cina dan komunitas Muslim di provinsi yang berbatasan dengan delapan negara itu. 

Pimpinan Xinjiang Islamic Institute, Abdurekep Tumniyaz, terlihat sangat bersemangat menjelaskan program-programnya saat delegasi pimpinan media dari Indonesia mengunjunginya. Kunjungan para pimpinan media ke Xinjiang yang diinisiasi Presiden Direktur Adaro Energy yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Garibaldi Thohir bersama Kedutaan Besar Cina di Jakarta ini berlangsung 14-18 November 2019.

Tim yang mewakili Pemerintah Cina menyambut dan mengatur jadwal kunjungan dengan rapi. Sama rapinya dengan murid murid yang belajar di lembaga pendidikan tersebut. Mulai dari cara duduk, susunan buku di meja belajar, ruang kelas, semuanya rapi.

Atas bantuan pendanaan dari pemerintah, kini Xinjiang Islamic Institute menempati kampus baru yang lebih luas. Tidak hanya membantu pembangunan kampus baru, Pemerintah Cina juga memberikan beasiswa kepada para murid dan mahasiswa yang belajar di kampus tersebut.

Dukungan besar dari Pemerintah Cina ini menunjukkan fungsi strategis dari lembaga tersebut. Pemberitaan soal Xinjiang, terutama terkait kehidupan Muslim Uighur, selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi citra Cina di mata dunia.

 

 

Videografer | Irfan Junaidi

Video Editor | Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA