Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Iran Temukan Tentara Bayaran Ikut Demonstrasi

Selasa 26 Nov 2019 14:30 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Pengunjuk rasa Iran berdiri di sekitar kendaraan dibakar selama bentrokan menyusul kenaikan harga bahan bakar di Teheran, Iran.

Pengunjuk rasa Iran berdiri di sekitar kendaraan dibakar selama bentrokan menyusul kenaikan harga bahan bakar di Teheran, Iran.

Foto: EPA-EFE/Stringer
Pemerintah Iran akan menghukum tentara bayaran yang ditangkap atas protes jalanan

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemerintah Iran akan menghukum tentara bayaran yang ditangkap atas protes jalanan. Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Ali Fadavi mengatakan mendesak pengadilan untuk menjatuhkan hukuman berat bagi yang terlibat dalam demonstrasi mematikan itu.

"Kami menangkap semua tentara bayaran yang secara terbuka mengaku mereka melakukan pekerjaan tentara bayaran untuk Amerika dan, semoga, sistem peradilan negara akan memberi mereka hukuman maksimum," kata Fadavi.

Laporan kantor berita Fars menyatakan pejabat penegak hukum mengatakan sebanyak 180 pemimpin kelompok ditangkap karena kekerasan di jalan. Mereka dituduh sebagai penjahat yang terkait dengan buangan dan musuh asing dari Amerika Serikat, Israel, dan Arab Saudi.

"Tidak ada negara non-Muslim di sekitar kita, tetapi sayangnya mereka melakukan tindakan jahat ini yang melanggar Islam dan tetangga. Kami pasti akan memberikan respons yang sesuai dengan tindakan jahat yang mereka lakukan," kata Fadavi.

Demonstrasi yang telah berjalan sejak 15 November ini berjalan keras. Bank, toko, dan pompa bensin dibakar, sementara pasukan keamanan merespons dengan kekerasan.

Amnesty International mengatakan setidaknya 106 pengunjuk rasa tewas. Iran membantah jumlah korban yang dilaporkan tersebut dan belum mau membuka angka korban versi mereka. Amnesty mengatakan pasukan keamanan menembak kerumunan orang dari atap rumah dan dalam satu kasus dari sebuah helikopter.

Dikutip dari Aljazirah, Fadavi mengatakan beberapa orang tewas selama protes setelah ditembak dengan pistol dari jarak dekat. Namun, dia menyatakan kondisi itu mengindikasikan penembak berada di antara kerumunan.

Pusat Hak Asasi Manusia di Iran menghitung berdasarkan angka resmi dan laporan yang kredibel minimal 2.755 orang telah ditangkap dengan kemungkinan bisa mendekati empat ribu orang. Sedangkan pihak berwenang Iran mengatakan hanya sekitar 1.000 demonstran ditangkap.

Demonstrasi dimulai di beberapa kota setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga bensin setidaknya 50 persen. Mereka menyebar ke 100 kota besar dan kecil dan dengan cepat mengubah tuntutan meminta pejabat tinggi untuk turun.

Pemerintah mengatakan kenaikan harga bahan bakar akan memungkinkan untuk memberikan pembayaran kesejahteraan kepada yang membutuhkan di Iran. Banyak warga telah berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sejak AS menerapkan kembali sanksi setelah menarik diri dari perjanjian nuklir tahun lalu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA