Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Nagabonar Reborn Bukan Sekuel 'Nagabonar'

Rabu 27 Nov 2019 00:32 WIB

Rep: Ronald Ricardo (cek n ricek)/ Red: Ronald Ricardo (cek n ricek)

Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

Nagabonar Reborn menonjolkan unsur komedi dengan mempertahankan sisi romantisme.

CEKNRICEK.COM -- Produser film Nagabonar Reborn, Gusti Randa, mengatakan film tersebut dikemas berbeda dibanding film-film Nagabonar versi sebelumnya. Gusti mengatakan film tersebut bukan sekuel dari film Nagabonar sebelumnya.

Nagabonar Reborn lebih menonjolkan unsur komedi dengan mempertahankan sisi romantisme dari tokoh utama. ''Market penonton kami generasi muda usia 13-17 tahun. Lebih banyak sentuhan milenial, ada komedi, percintaan,'' kata Gusti di sela promo film di Solo, Jawa Tengah, belum lama ini.

''Jangan sampai ada pemikiran itu film perjuangan. Memang lebih dikonsepkan seperti itu, sehingga milenial lebih menyukainya,'' katanya.

Para penggemar kisah berlatar sejarah harus siap-siap kecewa karena titik berat cerita terletak pada kisah Naga yang jatuh cinta pada Kirana. Adegan berperang tetap dihadirkan, namun dengan efek suara dan visual yang sangat sederhana.

 

Meski belum memegang data jumlah penontonnya, Gusti meyakini antusiasme masyarakat terhadap Nagabonar Reborn cukup baik. "Yang pasti dari yang awalnya hanya diputar di 73 layar, saat ini naik jadi 80 layar," katanya.

Sutradara Nagabonar Reborn, Dedi Setiadi, memastikan film ini berupaya mengajak para pemuda mencintai negara. Dia mengatakan dalam film ini, Nagabonar tetap mengusung sosok jujur, lugu, cinta negara, nasionalis, dan sangat menghormati perempuan.

''Bukan hanya bisa ngerayu, ngegombal seperti anak sekarang,'' kata Dedi di sela promo film yang dibintangi Gading Marten itu di Solo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Hal paling penting, menurut Dedi, adalah film tersebut bukan hanya membuat para penonton tertawa, melainkan juga menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa di kalangan generasi muda.

Salah satu pemeran Nagabonar Reborn, Elly Sugigi, mengatakan tantangan yang dihadapinya antara lain peran sebagai orang Medan.

Baca Juga: Roy Marten dan Firman Bintang Tanggapi Kisruh "Nagabonar Reborn"

"Padahal, saya kan asli Betawi. Selain itu, saya juga harus bisa komedi. Yang pasti saya senang karena itu film pertama saya yang banyak scene-nya," kata pemeran Bidah itu.

Pemeran lain, Rita Matumona mengatakan karakter Nagabonar terbangun dari awal, yaitu saat dia mulai lahir hingga ditinggal ayahnya karena dibunuh penjajah Belanda.

"Di sana diceritakan, bagaimana ibu dari Nagabonar merawat anaknya sendiri. Peran ibunya juga lebih diangkat oleh penulis karena secara tradisi, di Batak, memang pria Batak sangat patuh dan mendengar kata ibunya," kata pemeran ibu Nagabonar itu.

Nagabonar mencari cinta
Di film ini dikisahkan, Nagabonar (Gading Marten) pada awalnya hanya berniat merantau ke kota Medan agar bisa hidup lebih baik bersama emak (Rita Matumona).

Perantauan ini justru membuatnya bertemu kembali para sahabat masa kecil, Lukman (Rifky Alhabsyi) dan Mariam (Roby Tremonti), lalu seorang gadis menawan bernama Kirana (Citra Kirana).

Kirana bukan gadis biasa, dia kekasih Kapten Bastian (Delano Daniel), yang saat itu diutus pemerintah Kolonial Belanda mengawasi Medan. Dia juga putri seorang dokter antek Belanda (Gusti Randa).

Bak pemuda dimabuk asmara pada umumnya, Naga yang pengangguran bermimpi mempersunting Kirana. Apalagi ada berbagai pertemuan tak disengaja yang seakan menjadi peluang Naga mendekat selangkah demi selangkah pada pujaan hatinya itu.

Di tengah upaya mendekati Kirana, Naga juga harus mempersiapkan diri memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari Belanda bersama rekan-rekanya.

Naga yang tampak lugu sering dianggap tak serius memikirkan strategi berperang oleh Ujang (Ence Bagus). Ada kesan Naga yang tiba-tiba menjabat sebagai seorang jenderal itu hanya berjuang demi cinta. Bagaimana Naga meluruskan hal ini? Apa dia mampu memenangkan hati Kirana?

Walau memang menitikberatkan pada kisah cinta, namun sutradara Dedi Setiadi tetap memasukkan pesan nasionalisme dalam film yang salah satunya diproduseri Gusti Randa itu.

Pesan ini dia selipkan dalam dialog-dialog para karakter, termasuk saat ayah Nagabonar (Roy Marten) berdebat dengan petinggi Belanda (Ray Sahetapy).

Baca Juga: Jadi Naga Bonar, Gading Marten Niat Belajar Bahasa Batak

Lebih lanjut, dia menolak anggapan orang-orang yang menganggap film ini bagian sejarah. Walau masih mengisahkan tentang tokoh Nagabonar, namun ada berbagai hal yang Dedi ubah demi kepentingan film.

Karakter Naga tak lagi dikenal sebagai pencopet seperti dalam dua film sebelumnya yang diperankan aktor Deddy Mizwar.

Sementara itu, kepribadian Naga yang suka bercanda, lugu, patuh pada emak dan setia kawan tetap dihadirkan dalam film. Naga yang begitu cinta tanah air juga masih ditonjolkan walau kadang samar karena dibumbui asmara.

Berbeda dari film-film sebelumnya, kali ini kelahiran Naga termasuk di mana dia tinggal bersama emak hingga dia dewasa diceritakan sehingga menjadi hal baru yang cukup menyegarkan.

Nagabonar Reborn tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 21 November 2019 atau mundur sekitar sebulan dari rencana awal karena tersangkut masalah hak cipta.

BACA JUGA: Cek Berita SELEBRITI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: NadiaNabillah

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA