Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Lippi: Juventus Masih Belum Maksimal

Senin 25 Nov 2019 17:04 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Marcelo Lippi

Marcelo Lippi

Foto: EPA/ANDY RAIN
Sarri sudah mampu membawa ide-ide baru ke dalam permainan Juventus.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Mantan pelatih timnas Italia, Marcelo Lippi, menilai, Juventus belum memaksimalkan semua potensi pada awal musim ini. Menurut pelatih yang mengantarkan Juventus meraih lima scudetto dan satu trofi Liga Champions tersebut, Si Nyonya Tua baru menampilkan 60 persen dari kemampuan maksimalnya.

Selain itu, kemenangan I Bianconeri pun lebih banyak ditentukan oleh kualitas individu, bukan disebabkan kolektivitas atau pun skema permainan yang meyakinkan. Lippi memberi contoh, saat Juventus menaklukkan Atalanta, 3-1, pada giornata ke-31 Serie A Italia, Sabtu (23/11) waktu setempat.

Pada saat itu, Juventus mampu memetik kemenangan lewat dua gol Gonzalo Higuain dan satu gol dari Paulo Dybala. Kendati begitu, Lippi menyebut, kondisi ini wajar lantaran Si Nyonya Tua tengah berada dalam proses transformasi, yang berpangkal pada pergantian pelatih dari Massimiliano Allegri ke Maurizio Sarri.

''Juventus masih belum maksimal dan baru mengeluarkan 60 persen dari kemampuan mereka. Namun, mereka tengah berada dalam proses transformasi, dari model permainan Allegri ke model permainan Sarri,'' ujar Lippi dalam sebuah wawancara ekslusif dengan Corriere dello Sports, Senin (25/11).

Pelatih yang mengantarkan Italia merebut gelar juara pada Piala Dunia 2006 itu menambahkan, pergantian pelatih dalam sebuah tim bisa berdampak negatif. Namun, sejauh ini, Lippi menilai, Sarri sudah mampu membawa ide-ide baru ke dalam permainan Juventus, tanpa menurunkan kinerja performa Si Nyonya Tua.

Lippi pun menyebut, jika mampu memaksimalkan semua potensi yang dimiliki, bukan tidak mungkin Juventus bisa mempertahankan scudetto dan meraih titel Liga Champions musim ini. ''Sarri adalah pelatih yang cerdas dan bisa membawa ide baru tanpa menurunkan performa Juventus. Dia layak diberi waktu dan kesempatan. Namun, begitu Bianconeri bisa memaksimalkan kemampuan mereka, Juventus bisa saja menjadi juara Liga Italia dan juara Liga Champions,'' jelas dia.

Terkait peta persaingan perebutan scudetto pada musim ini, Lippi mengungkapkan, persaingan antara Inter Milan dan Juventus sepertinya akan terus berlanjut hingga akhir musim. Namun, Lippi tidak mau buru-buru mencoret Napoli dari kandidat juara Serie A. Pasalnya, kehadiran Carlo Ancelotti di I Partenopei dinilai bisa membawa Napoli bangkit.

Kendati begitu, menurut pelatih yang juga pernah membesut Inter Milan itu, kehadiran Antonio Conte sebagai pelatih benar-benar mengubah Inter. Dengan semngat yang dibawa Conte, Inter bisa tampil kompetiif. Namun, jika benar-benar ingin terus bersaing dalam perburan scudetto, manajemen Inter Milan diharapkan bisa memperkuat skuatnya dengan mendatangkan pemain anyar di bursa transfer Januari mendatang.

''Jika ada pelatih yang bisa memangkas jarak kualitas antara Inter Milan dan Juventus dengan cepat, maka dia adalah Antonio Conte. Dia bisa membawa Inter, yang skuatnya sebenarnya masih di bawah Juventus, untuk tampil lebih kompetitif. Selain itu, dengan penguatan skuat di bursa transfer Januari, Inter Milan bisa terus bersaing hingga sampai akhir,'' jelas pelatih berusia 71 tahun tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA