Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Dewan Pendidikan Kota Bandung Soroti Banyaknya Guru Pensiun

Senin 25 Nov 2019 15:49 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Rdwan/ Red: Andi Nur Aminah

Seorang guru sedang mengajar di kelas (ilustrasi)

Seorang guru sedang mengajar di kelas (ilustrasi)

Tahun depan akan ada banyak guru yang pensiun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dewan Pendidikan Kota Bandung menyoroti banyaknya guru-guru yang akan memasuki masa pensiun pada 2020 mendatang. Sebab, jika tidak diantisipasi maka bisa berdampak kepada stagnasi pendidikan atau kekosongan tenaga pengajar yang mengajar di sekolah-sekolah.

Baca Juga

"Tiap tahun (guru) ada yang pensiun. Boming-nya tahun depan," ujar Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung, Kusmeni kepada wartawan saat ditemui di Balaikota Bandung, Senin (25/11). Terkait jumlahnya sendiri, ia mengaku tidak merinci secara detail. Namun dipastikan tahun depan akan banyak guru yang pensiun.

Menurutnya, pemerintah Kota Bandung harus segera memikirkan langkah yang tepat untuk mengisi kekosongan akibat banyaknya guru-guru yang pensiun 2020 mendatang. Sementara di satu sisi, pemerintah berkomitmen tidak lagi mengangkat guru honorer.

Dia melihat pemerintah sudah berkomitmen untuk tidak lagi mengangkat guru honorer. Namun satu sisi, banyak guru yang akan pensiun di Kota Bandung pada 2020 mendatang. Sehingga diperlukan kebijakan untuk masalah tersebut.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Bandung mengungkapkan dari total Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada, sekitar 50 persen berusia 50 tahun ke atas. Hal tersebut berdampak kepada PNS yang pensiun tiap tahun mencapai 1.000 orang.

Akibatnya, pihaknya mengalami kekurangan PNS saat ini mencapai 3.500 orang. "Kebanyakan guru yang pensiun," ujar Kepala BKPP Kota Bandung, Yayan Brilyana, Rabu (30/10).

Dia mengakui banyaknya PNS yang pensiun membuat kekosongan pekerjaan di pos-pos tertentu. Siasat yang dilakukan, menurutnya adalah dengan mengefisienkan pekerjaan dari yang biasa dilakukan lima orang kini dilakukan oleh satu orang.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA